Liverpool vs Arsenal: Pertaruhan Gengsi dan Tiket Champions
EUFORIA menyelimuti skuad Liverpool setelah menjuari Piala Liga (Carling Cup) akhir pekan lalu.
Penulis:
Husein Sanusi
Editor:
Prawira
TRIBUNNEWS.COM - EUFORIA menyelimuti skuad Liverpool setelah menjuari Piala Liga (Carling Cup) akhir pekan lalu. Tapi kini mereka harus bersiap mempertaruhkan gengsi dan berburu tiket Liga Champions saat menjamu tamu agung Arsenal di Stadion Anfield.
Trofi Carling Cup memberi sinyal kebangkitan The Reds yang dalam enam tahun belakangan tenggelam. Namun Manajer Liverpool, Kenny Dalglish, mengingatkan anak asuhnya untuk tidak berpuas diri.
Liverpool masih menghadapi jalan terjal di kompetisi Liga Primer Inggris. Malam ini, The Reds harus bentrok dengan tim papan atas Arsenal. Laga ini memiliki arti sangat penting karena akan menentukan lolos tidaknya kedua tim ke kompetisi Liga Champions musim depan.
"Kami masih hidup di dua kompetisi; FA Cup dan mengamankan posisi empat klasemen. Jika kami mampu menang pada Sabtu ini, kami akan tahu apa yang harus kami kerjakan selanjutnya," kata gelandang Liverpool, Jordan Henderson, dilansir LFP.com, Jumat (2/3).
Mengakhiri kompetisi musim ini dengan finish minimal di urutan empat klasemen memang menjadi target utama Liverpool. Ini untuk mengembalikan marwah The Reds sebagai tim besar yang dalam beberapa tahun terakhir telah absen di kompetisi elite Eropa tersebut.
Perjuangan untuk mewujudkan cita-cita itu memang masih terbuka lebar meski The Reds masih berada di urutan tujuh klasemen di bawah Arsenal, Chelsea, dan Newcastle United. Peluang itu masih terbuka sebab Liverpool memiliki defisit satu pertandingan belum dimainkan.
Dengan hanya berselisih tujuh poin lebih sedikit dari Arsenal dan Chelsea serta empat poin dari Newcastle, Liverpool masih pantas dijagokan jadi kandidat empat tim wakil Inggris yang akan mentas di kompetisi Champions musim depan.
"Tim menunjukkan kepercayaan diri dalam beberapa pekan dan bulan terakhir. Setiap orang bisa menyaksikan sendiri kemajuan yang dialami tim secara keseluruhan di setiap pertandingan," tambah Henderson.
Sentuhan magis Dalglish memang mulai terlihat. Di bawah arahan pelatih yang juga legenda The Reds itu, The Anfield Gank sering memamerkan perjuangan pantang menyerah hingga peluit akhir pertandingan.
Semangat itu pula yang akan diusung Liverpool kala menjamu Arsenal. Namun masalahnya beberapa kendala serius dialami jelang jamuan atas tamu dari London Utara tersebut.
Kapten Steven Gerrard yang menjadi inspirator kebangkitan Liverpool berada dalam kondisi kurang fit. Gerrard mengalami cedera hamstring setelah memperkuat tim nasional Inggris melawan Belanda, Rabu lalu. Akan jadi kerugian besar buat Liverpool jika Gerrard benar-benar absen.
Alternatifnya adalah memainkan Charlie Adam. Ia bisa berduet dengan Jordan Henderson atau Jay Spearing. Jika Dalglish memilih Henderson, Dirk Kuyt atau Maxi Rodriquez berpeluang menjadi winger kanan untuk mendukung kinerja Stewart Downing, Luis Suarez, dan Andy Carroll atau Craig Bellamy di depan.
Suarez dipastikan menjadi andalan utama Dalglish di lini depan. Bomber kontroversial asal Uruguay ini diharapkan kembali tampil tajam setelah gagal mencetak gol di final Carling Cup.
Pemain Liverpool lainnya yang mengalami cedera hamstring adalah full back Glen Johnson. Jika Johnson tidak fit, Dalglish masih memiliki Martin Kelly untuk menggantikan posisinya. Tapi masalah itu belum selesai.
Lini belakang The Reds dipastikan tak diperkuat bek tengah Daniel Agger yang mengalami cedera tulang rusuk setelah pertandingan final Carling melawan Cardiff. Agger bahkan diprediksi akan absen hingga dua pekan ke depan.