Iwan Setiawan Mimpi jadi Kenyataan
BAGI Persija Jakarta versi Indonesia Super League (ISL), nama Iwan Setiawan menjadi seseorang yang sempat dibenci, namun tetap disayang.
Editor:
Domu D. Ambarita
BAGI Persija Jakarta versi Indonesia Super League (ISL), nama Iwan Setiawan menjadi seseorang yang sempat dibenci, namun tetap disayang. Ia sempat mengejutkan publik, terutama kelompok suporter Jak Mania, kala mengumumkan mundur dari kursi pelatih, sebulan lalu.
Namun setelah mendapat bujukan dari Manajer Ferry Paulus dan beberapa pemain, termasuk perwakilan The Jak Mania, akhirnya Iwan bersedia menukangi kembali Bambang Pamungkas dkk.
Sebuah keputusan yang kala itu dianggap berat bagi Iwan. Namun kecintaannya pada sepakbola memberi tarikan medan magnet yang teramat besar. Di balik sikapnya yang tak kenal kompromi, sosok Iwan cukup unik sebagai sosok pribadi.
Banyak kisah terungkap saat Tribun Jakarta mewawancarai Dewi Anggraeni, istri Iwan Setiawan, Selasa (20/3). Dewi mengungkapkan sisi lain dari sosok pria yang memiliki lima orang anak ini.
Dewi mengaku tertarik dengan Iwan saat ia bekerja di klub Pelita Jaya, sementara Iwan bermain di klub milik pengusaha Bakrie tersebut. Pertemuan keduanya terjadi pada tahun 1990, dan memutuskan menikah setelah berpacaran 5 bulan.
"Sebelum menikah, Iwan mempunyai keinginan supaya nanti anak-anaknya dapat meneruskan dirinya sebagai pemain di sepakbola liga Indonesia," katanya.
Impian Iwan terwujud. Lima anak yang dimiliki pasangan suami-istri ini, tiga di antaranya menjadi pemain sepakbola. Anak Pertama Phissy Anggriani (24), merupakan lulusan D 3 Sastra Jepang Universitas Indonesia, anak kedua Gary Anggarana (21), saat ini bermain di klub sepakbola Deltras Sidoarjo berposisi sebagai kiper. Putra ketiga Bryan Muharram (19) bermain di klub sepakbola PSSB Bireun, sebagai gelandang.
Dua terakhir, anak keempat Siti Nur Marshanda (10) dan yang terakhir Cambodia Jabbar (7), selalu ikut setiap kali sang ayah beraksi menjadi arsitek Persija Jakarta. "Kepada anak-anaknya yang bermain dan memilih karier di sepakbola, Iwan berpesan supaya mereka bisa jadi pemain profesional dan tidak terbebani akan nama besar ayahnya," ujarnya.
Selain pernah menjadi pemain di klub Pelita Jaya dan Persija Jakarta, Iwan juga sempat malang melintang melatih di sepakbola liga Indonesia, di antaranya Persibom Bolaan Mongondow, PSMS Medan, dan saat ini di klub asal ibukota, Persija Jakarta.
Dewi mengatakan, Iwan merupakan sosok ayah dan pelatih yang sangat dekat dengan pemain-pemainnya. "Tidak hanya pemain-pemain tetapi dengan keluarga pemain Iwan juga dekat, hubungan kedekatan ini dapat meningkatkan keharmonisan tim baik di luar ataupun di dalam lapangan,"ujarnya.
Dewi mengungkapkan saban minggu mengadakan pertemuan, kalau tidak di rumah pemain ya di lapangan. Untuk menjaga kekompakan tim. Salah satu upaya meningkatkan sisi keharmonisan di dalam tim, Iwan mengajak pemainnya untuk berdoa dan shalat berjamaah bersama di malam sebelum pertandingan.
"Selain itu Iwan juga kerap kali memakai baju koko saat melatih baik latihan ataupun pertandingan, ini memperlihatkan bahwa Iwan memiliki sisi religius," ujarnya. (Glery Lazuardi)