Chelsea vs Barcelona: Perang Tim Matador
Tiga tahun lalu Chelsea dan Barcelona berjibaku di babak semifinal Liga Champions
Penulis:
Husein Sanusi
TRIBUNNEWS.COM - Tiga tahun lalu Chelsea dan Barcelona berjibaku di babak semifinal Liga Champions. Pada tahun 2009 itu, Barcelona sukses mengeliminasi Chelsea lewat laga kontroversial pada leg kedua yang terjadi di Stamford Bridge. Kini setelah semua kisah itu berlalu, dua tim kembali ditakdirkan berjumpa di fase Liga Champions yang sama. Raksasa Inggris dan Spanyol itu akan kembali membuat perhitungan untuk berebut tiket ke final di Muenchen, Jerman.
Chelsea mendapat giliran pertama menjadi tuan rumah. The Blues akan menjamu sang rival lama sekaligus juara bertahan pada leg pertama di Stamford Bridge, Kamis dini hari. Setelah tiga musim berlalu ada banyak perubahan dilakukan kedua tim dalam susunan skuad pemain. The Blues yang telah tiga kali gonta-ganti pelatih sejak era Guus Hiddink berakhir memasukkan beberapa pemain asal Spanyol.
Masuknya nama-nama seperti Fernando Torres, Juan Mata, dan Oriel Romeu kini membuat permainan Chelsea berasa Matador. Tak pelak, pertemuan Chelsea kontra Barca kali ini akan menjadi perang saudara sesama Matador. Mata yang dulunya sangat akrab dengan klub Spanyol, Valencia, tentunya tidak asing dengan gaya bermain Tim Catalan. Winger yang kini jadi ruh lini tengah Chelsea itu telah berkali-kali menghadapi Barca di kompetisi Liga Primera Spanyol.
"Segera setelah mengetahui kami menghadapi Barca, semua orang tahu ini akan sulit, tapi bukan hal mustahil. Harapan Chelsea adalah melaju ke final, Barca akan mencoba memegang ball possesion dan memaksa kami bertahan tapi kami memiliki pemain berpengalaman untuk menghadapi laga seperti ini," kata Mata dilansir goal.com, Selasa (17/4).
Meski tak terlibat pada pertarungan 2009 lalu, Mata mengetahui jika Stamford Bridge adalah neraka bagi Barca. Faktanya, Blaugrana hanya sekali menang dari lima lawatan ke London. Barca menang 1-0 pada leg pertama babak 16 besar musim 2005/06.
"Teman-teman mengatakan ada satu stadion di mana Barca tidak merasa nyaman dan kerap kesulitan, yakni Stamford Bridge, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Tapi itu masa lalu. Semoga hasil semifinal kali ini akan berbeda," kata pemain 23 tahun itu.
Torres juga sama dengan Mata, dia akan berlawanan dengan sesama rekannya di Timnas Spanyol seperti Andres Iniesta, Xavi Hernandez, Cesc Fabregas, Sergio Busquets, Carles Puyol, dan Victor Valdes. Ini bukan kali pertama Torres bertemu Barca. Sebelum hijrah ke Inggris, El Nino telah 10 kali melawan Blaugrana bersama Atletico Madrid dengan mencetak tujuh gol. Perlawanan terakhir Torres melawan Barca pada tahun 2007, saat itu dia mencetak dua gol di Camp Nou.
Pelatih sementara Chelsea, Roberto Di Matteo, dipastikan akan memasukkan El Nino dalam starting XI setelah tampil hanya lima menit Tottenham Hotspur, Minggu (15/4). Sementara Romeu yang tak lain adalah produk akademi Barca tak bisa diturunkan karena cedera.
Keberadaan dua punggawa Matador ini mendapat perhatian khusus dari skuad Blaugrana. Iniesta menilai pasukan Chelsea besutan Di Matteo sekarang berbeda. Faktor ini yang diyakini Iniesta membuat pertandingan kali ini berbeda dengan tiga tahun lalu.
"Mereka lebih berpengalaman sekarang. Mereka memboyong pemain baru seperti Fernando Torres dan Juan Mata. Mereka sangat kuat, berbahaya, dan intens. Kami mengharapkan laga ketat dan semoga bisa melakukannya dengan baik," ujar Iniesta.
Gelandang 27 tahun ini akan jadi sorotan publik Stamford Bridge. Dia memiliki kenangan indah berkat golnya di menit akhir tiga tahun lalu, yang mengantar Barca ke final Liga Champions. "Menyenangkan mengingat apa yang terjadi ketika itu, kami cukup beruntung punya pengalaman seperti itu.
Adapun tandem Iniesta, Xavi, mencoba meneror skuad Chelsea. "Kami menikmati gelar sebagai tim terbaik dunia. Kami tidak bisa dihentikan. Kami juga tidak mau berhenti berusaha untuk meraih gelar sebanyak-banyaknya," ungkapnya sebelum terbang ke London.
Aroma rivalitas lama, balas dendam, dan perang saudara akan mewarnai big match ini. Publik pun berharap laga ini bisa menyajikan tontonan sepakbola atraktif dan menarik, jauh dari kontroversi seperti pertemuan kedua tim sebelumnya.(Tribunnews.com/Husein Sanusi)