Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Theofanis Gekas Diandalkan Masyarakat Olahraga Yunani

Kembali ke Leverkusen, Theofanis Gekas lagi-lagi kesulitan bersaing hingga akhirnya kembali dipinjamkan di Hertha Berlin.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Deodatus Pradipto
Editor: Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, ATHENA - Kembali ke Leverkusen, Theofanis Gekas lagi-lagi kesulitan bersaing hingga akhirnya kembali dipinjamkan di Hertha Berlin. Hebatnya, Gekas langsung mencetak gol di partai perdananya bersama Hertha.

Gekas pun menjadi salah satu pahlawan bagi publik Berlin. Sayang, Hertha yang harus terdegradasi membuat Gekas harus pergi. Bersama Hertha Berlin, Gekas mengemas 6 gol dari 17 penampilan.

Bukannya kembali ke Leverkusen, Gekas malah bergabung dengan Eintracht Frankfurt dengan kontrak berdurasi dua tahun. Gekas mengemas 23 gol dari 48 penampilan. Sayang, Gekas gagal mempertahankan Eintracht Frankfurt dari degradasi. Gekas hanya bertahan bersama Eintracht Franfurt hingga 2012 dan kemudian hijrah ke Turki bersama Samsunspor.

Gekas pun mengakhiri 6 tahun peratauannya di Jerman. Uniknya, ternyata selama lima tahun di Jerman, Gekas tidak pernah mengambil kursus bahasa Jerman. Gekas sempat jadi pergunjingan yang dimunculkan oleh legenda Eintracht Franfurt, Egon Loy.

“Saya heran bagaimana bisa seseorang dapat tinggal di Jerman selama lima tahun tapi tidak mau belajar bahasa Jerman,” tutur Egon Loy dikutip oleh Guardian.

Mendapat pergunjingan seperti itu, Gekas pun membalasnya, “Saya dibayar untuk mencetak gol, bukan berbicara,” ujar Gekas.

Pada September 2010, usai Piala Dunia, Gekas mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional, mengikuti jejak Sotiris Kyrgiakos dan Ioannis Amanatdis dengan alasan kondisi tim yang akan berbeda jika tanpa kedua temannya itu. Pencetak gol terbanyak ke-lima di tim nasional ini pun tiba-tiba memutuskan kembali memperkuat Yunani setahun berselang dan menilai keputusannya untuk meninggalkan Ethniki kala itu adalah sebuah kesalahan.

Rekomendasi Untuk Anda

Kembalinya Gekas ke Ethniki disambut seperti kepulangan seorang pahlawan. Di tengah krisis yang tengah dihadapi bangsa Yunani saat ini, sosok Gekas sebagai titisan Hercules di Polandia dan Ukraina tentu sangat diharapkan untuk menghibur bangsa yang sedang terperosok. Kebetulan, Gekas pernah hampir menggeluti gulat sebelum akhirnya memilih sepakbola.

“Saya yakin olahraga adalah satu-satunya yang tersisa untuk Yunani saat ini,” tutur Gekas seperti dikutip Guardian.

Baca juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
38
26
7
5
71
27
44
85
2
Man. City
38
23
9
6
77
35
42
78
3
Manchester United
38
20
11
7
69
50
19
71
4
Aston Villa
38
19
8
11
56
49
7
65
5
Liverpool
38
17
9
12
63
53
10
60
Berita Populer
Atas