Pemain PSMS Telantar di Polonia
Belasan lelaki berpenampilan sporty, "pagi-pagi Subuh", Rabu
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Belasan lelaki berpenampilan sporty, "pagi-pagi Subuh", Rabu (11/7/2012) kemarin sudah tampak di Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Polonia. Mereka adalah pemain-pemain PSMS Medan IPL. Pagi itu mereka dijadwalkan bertolak ke Surabaya untuk melakoni laga lanjutan kompetisi Indonesia Premier League (IPL) kontra Persebaya. Laga ini sendiri digelar Rabu sore.
Satu situasi yang sesungguhnya konyol apabila ukuran yang dipakai adalah kompetisi sepakbola profesional. Bagaimana mungkin ada klub yang begitu tiba di kota tujuan langsung bertanding. Tidak ada latihan, tidak ada ujicoba lapangan, bahkan tidak ada istirahat untuk "meredakan" jet lag.
Namun kekonyolan ternyata berlanjut. Para pemain itu akhirnya tidak jadi berangkat karena manajemen PSMS IPL tidak mendapatkan tiket. Muncul pertanyaan, tiket belum dibeli sebelumnya? Ini mau naik pesawat atau naik angkot?
Pada Tribun seorang pemain yang enggan namanya disebut, mengatakan ia amat sangat kecewa menyikapi kekonyolan yang kelewatan ini. "Tapi mau gimana lagi, mbak. Mau ngomel-ngomel juga nggak ada hasilnya. Ya, kita pasrah sajalah," ujarnya.
Pemain ini menceritakan, ia dan pemain lain baru diberitahukan berangkat pada Selasa jelang (10/7/2012) tengah malam. "Diminta kumpul jam setengah lima di Polonia. Saya sejak jam empat pagi udah siap-siap. Lantas bersama teman-teman yang tinggal di mes Asam Kumbang kami sewa taksi. Kami tunggu sampai jam tujuh nggak ada juga tanda-tanda berangkat. Ya sudah, kami akhirnya pulang lagi ke mes," katanya.
Sekretaris tim PSMS Medan Medan IPL Heru Prawono membenarkan pemberitahuan mendadak soal keberangkatan. "Saya sendiri baru tahu hampir jam dua belas malam. Total ada 19 orang berangkat. Masing-masing 14 pemain, ditambah pelatih dan official. Tapi tunggu punya tunggu, tidak satu pun staff dari manajemen yang datang. Saya coba hubungi orang manajemen juga tidak ada yang memberi konfirmasi. Saya kecewa. Pemain dan pelatih juga tentunya lebih kecewa," kata Heru.
Belakangan Heru menyebut, ia diberitahukan bahwa tidak ada shif kosong untuk penerbangan Jakarta ke Surabaya.
PSMS sebenarnya sudah siap bermain. Terbukti, asisten pelatih M Khaidir yang terbang lebih dahulu ke Surabaya. Dia sudah mengurus segala sesuatunya, termasuk menghadiri sesi konferensi pers.
Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan Freddy Hutabarat mengakui kejadian memalukan ini merupakan kesalahan manajemen. Tepatnya keteledoran dan kurangnya kordinasi dengan pengurus bidang ticketing. "Saya tegaskan ini bukan karena kita tak punya uang. Anak-anak sudah di airport. Kita siapkan uang untuk beli tiket tapi tak dapat," ucapnya.
Lebih lanjut Freddy menjelaskan, pihaknya langsung menghubungi LPIS. "Kita akui ada kesalahan. Kita layang permintaan agar LPIS bersedia menjadwalkan ulang pertandingan. Kita bukannya tidak mau berangkat. Ini benar-benar hal tak terduga," katanya.