Carli Lloyd, Jimat Keberuntungan AS
Lloyd pun sempat merasa frustasi lantaran jarang diberi kesempatan oleh Sundhage.
Penulis:
Deodatus Pradipto
Editor:
Ravianto
laporan wartawan Tribun Jakarta, Deodatus S. Pradipto
TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Cewek cantik ini layak berstatus pahlawan tim AS, selain Mia Hamm tentunya. Carli Lloyd telah mengukir prestasti dengan torehan dua medali emas, di Beijing dan London.
Sebenarnya, Carli Lloyd hampir tidak terpilih pelatih Pia Sundhage sebelum Olimpiade London 2012 bergulir. Ketika masuk, jarang mendapat kesempatan bermain. Lloyd pun sempat merasa frustasi lantaran jarang diberi kesempatan oleh Sundhage.
"Dia merasa kecewa dan bingung. Dia adalah seseorang yang selalu melakukan pekerjaan kotor ketika pemain lainnya berlomba-lomba mencetak gol. Dia adalah ruang mesin tim. Dia bermain sebanyak orang lain dan sekarang dia di bangku cadangn? Dia mengalami masa sulit dengan hal tersebut," ujar eks pelatih Lloyd, James Galanis, seperti dilansir oleh NY Daily News.
Ironis memang bagi Lloyd. Pada 2008, Lloyd pernah dinobatkan sebagai Pesepakbola Perempuan Terbaik tahun tersebut karena selalu bermain penuh pada 35 pertandingan tim AS.
Lloyd termasuk pemain ketiga yang memiliki menit terbanyak bersama AS tahun tersebut dengan 2.781 menit. Belum lagi catatan sembilan gol dan sembilan assist. Di Beijing 2008, Lloyd menyumbang dua gol, sebiji ke gawang Jepang di fase grup, dan satu gol di babak final melawan Brasil.
"Dia merupakan seseorang yang telah meraih banyak hal dan berlatih seperti dia baru meraih sedikit hal," ujar Galanis, pelatih Universal Soccer Academy tersebut.
Pelatih Pia Sundhage mengakui Carli bisa disebut sebagai simbol keberuntungan, karena hadir di saat yang tepat.