Pemain PSMS IPL Terima 20 Persen Gaji Bulanan
Persentase uang tersebut merupakan pembayaran yang kedua di bulan Agustus ini.
Editor:
Ravianto
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Lebaran pemain PSMS bakal sedikit lebih baik. Sebab, untuk kedua kalinya, cicilan gaji sejumlah 20 persen dari satu bulan sudah masuk ke rekening masing-masing. Persentase uang tersebut merupakan pembayaran yang kedua di bulan Agustus ini.
Penjaga gawang PSMS Medan, Irwin Ramadhana mengonfirmasi kepastian pembayaran tersebut. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, skuad PSMS Medan IPL mempertanyakan keterlambatan pemberian hak mereka. Wajar, mengingat rekan-rekan seprofesi di Persema, Persijap dan lainnya sudah menerima beberapa hari sebelumnya.
"Sudah, 20 persen sudah masuk ke rekening saya. Saya sudah cek tadi pagi, uangnya masuk. Alhamdulillah, biarpun jumlahnya kecil tetapi sangat berharga," ujar Irwin kemarin.
Irwin menyatakan, kali ini, sejumlah uang yang dia terima penuh, tidak mengalami pemotongan seperti pembayaran 20 persen sebelumnya, dia harus kehilangan sejumlah uang tanpa alasan peruntukan yang jelas. "Kali ini saya dapat penuh, tidak dipotong seperti sebelumnya. Saya juga heran, kenapa ini tidak dipotong, dan yang sebelumnya kenapa dipotong, saya juga belum dapatt kejelasan," ungkap kiper PSMS tiga musim berturut-turut itu.
Sementara, Sekretaris Tim PSMS, Heru Prawono yang mengaku tidak mendapatkan pembayaran 20 persen pertama di bulan Agustus, kemarin menyatakan dirinya mendapatkan pembayaran seperlima dari total satu bulan gajinya. "Kali ini saya dapat, kebetulan saya sudah cek ke bank tadi (kemarin)," kata Heru.
Menurutnya, kenapa kali ini tidak ada pemotongan terjadi karena Komisaris PSMS, Arif Bargot Siregar sendiri yang membagi-bagikan uang tersebut. "Saya rasa kenapa tidak ada pemotongan karena yang transfer langsung bang Arif Bargot," beber Heru.
Namun Heru berharap, permasalahan gaji segera bisa dituntaskan, begitu juga dengan sebagian rekannya di pemain PSMS ISL yang belum dituntaskan hingga enam bulan lamanya. "Namanya pemain bola, mereka hidup dari sini. Jadi kalau tidak ada uang, bagai mana mereka mencukupi kebutuhannya," pungkas sekretaris PS Kinantan. (raf/tribun medan)