Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Kirim Surat ke AFC, KPSI Beberkan Kesalahan PSSI

KPSI menilai tanggal tersebut tidak termasuk ke dalam kalender pertandingan internasional FIFA.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Ravianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia menyatakan telah mengirimkan surat penjelasan kepada Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC terkait imbauan kepada klub-klub Indonesia Super League yang melarang pemainnya membela tim nasional Indonesia.

Sebelumnya, melalui surat tertanggal 23 Agustus 2012 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal AFC Dato Alex Soosay, AFC mengaku mendapat kabar sejumlah klub menghalangi pemainnya membela timnas Indonesia. AFC menilai langkah itu merupakan pelanggaran kesepakatan damai antara PSSI dan KPSI yang dibentuk pada Juni lalu.

"Ya, kita sudah kirimkan surat tanggapan kita ke AFC mengenai masalah itu," ujar salah satu anggota Joint Committee (JC) dari pihak KPSI saat dikonfirmasi Kompas.com di Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Dalam surat balasan tertanggal 27 Agustus yang ditandatangani Ketua Umum KPSI La Nyalla Mattalitti itu, KPSI menyatakan bahwa salah satu alasan penarikan pemain dari timnas karena beberapa laga yang dilakukan PSSI bukan merupakan agenda resmi FIFA, antara lain ketika melawan Valencia pada 4 Agustus 2012. KPSI menilai tanggal tersebut tidak termasuk ke dalam kalender pertandingan internasional FIFA. Oleh karena itu, sejumlah klub ISL tidak memiliki kewajiban untuk melepas pemainnya seperti tertuang pada peraturan FIFA tentang status and transfer of players aneks 1, artikel 1, ayat 3.

"KPSI dan ISL menyadari betul adanya peraturan FIFA terutama status and transfer of players yang melarang perjanjian antara klub dengan pemainnya untuk dapat memperkuat timnas pemain terkait," demikian bunyi salah satu paragraf dalam pernyataan surat balasan tersebut.

Dalam surat itu juga, KPSI menilai kepemimpinan PSSI tidak mengatur timnas secara efisien dengan kurangnya rencana jangka panjang dan dukungan yang membuat prestasi timnas menurun. Mereka pun mencontohkan hal itu dengan kekalahan 0-10 dari Bahrain, pemecatan Alfried Rield sebagai pelatih timnas, batalnya turnamen Java Cup, dan keikutsertaan Indonesia dalam turnamen Al-Nakbah di Palestina yang bukan merupakan agenda resmi FIFA.

KPSI beranggapan bahwa Joint Committe (JC) hingga saat ini juga belum membahas penyatuan dualisme kompetisi sepak bola Indonesia dalam rapatnya. KPSI menilai hal itu telah mencoreng semangat kesepakatan damai antara PSSI dan KPSI. Menurut KPSI, beberapa alasan itu merupakan faktor mengapa pemain ISL tidak dilepaskan oleh klubnya untuk memperkuat timnas. KPSI bahkan tetap bersikukuh untuk membentuk timnas sendiri untuk mengikuti Piala AFF pada November mendatang, yang rencananya akan dikepalai oleh pelatih Alfred Rield.(kompas.com)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
38
26
7
5
71
27
44
85
2
Man. City
38
23
9
6
77
35
42
78
3
Manchester United
38
20
11
7
69
50
19
71
4
Aston Villa
38
19
8
11
56
49
7
65
5
Liverpool
38
17
9
12
63
53
10
60
Berita Populer
Atas