Cesc Fabregas Frustrasi di Barcelona
Kekecewaan sepertinya tidak khusus milik Cristiano Ronaldo
Penulis:
Deodatus Pradipto
Editor:
Toni Bramantoro
TRIBUNNEWS.COM, BARCELONA - Kekecewaan sepertinya tidak khusus milik Cristiano Ronaldo. Cesc Fabregas akhirnya mengakui dirinya juga tengah frustrasi lantaran jarang mendapat kesempatan bermain di Barcelona.Kekecewaan Fabregas terungkap pertama kali usai digantikan pada menit ke-63 saat menjamu Valencia di Camp Nou, akhir pekan lalu. Di bangku cadangan, ekspresi wajah pria 25 tahun tersebut tampak dingin dan memperlihatkan kekecewaan.
Kekecewaan Fabregas beralasan. Meskipun selalu bermain sebagai starter hingga tiga jornada Primera Liga, eks kapten Arsenal ini bak berperan cameo, atau tampil sebentar bagi klub masa kecilnya tersebut. Fabregas jarang mendapat kesempatan bermain penuh pada satu pertandingan sejak dipulangkan tahun lalu dengan banderol 30 juta Pounds.
Meski kecewa jarang mendapat kesempatan bermain penuh, Fabregas secara bijak mengaku sengaja menyembunyikan kekecewaan itu, tidak seperti yang dilakukan Cristiano Ronaldo. Pasalnya, jebolan La Masia itu tidak ingin pelatih maupun rekan-rekan setimnya melihat raut wajah tersebut.
“Tidak ada hal yang menarik selain menjadi pemain pengganti hebat di dunia sepakbola. Saya tidak bisa memberitahu kepada Anda apa yang membuatnya menjadi pengganti hebat. Saya selalu mengharapkan yang terbaik bagi rekan-rekan setim dan menunjukkan wajah bahagia. Jika saya harus menunjukkan wajah tidak bahagia maka biarkan saja namun, saya tidak akan pernah membiarkan rekan-rekan setim atau manajer melihatnya,” ungkap pria yang sudah dua kali mengunjungi Jakarta tersebut di Daily Mail.
Sejak kembali dari masa “sekolah” selama delapan tahun di Arsenal, Fabregras tidak bisa mengoyak ketergantungan klub asal Catalan tersebut pada duet Xaviesta, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, plus Sergio Busquets. Apalagi, sekarang ditambah kedatangan eks rekan setimnya di Arsenal, Alex Song.
Fabregas sebenarnya diberkahi kemampuan untuk bermain di sejumlah posisi, termasuk penyerang. Namun, Fabregas toh kesulitan mendapatkan posisi tersebut lantaran Barcelona juga memiliki barisan penyerang yang dominan.
“Semua orang suka bermain setiap menit per musimnya. Saya selalu mengatakan bahwa saya bermain untuk tim terbaik di dunia, namun saya datang ke sini untuk bersaing, belajar, dan menikmati, bukan untuk duduk mematahkan otak saya. Manajer tahu apa yang bisa saya tawarkan. Namun terlepas dair tiga posisi yang bisa saya mainkan, saya sedang bersaing dengan tiga pemain terbaik di dunia,” tutur pemain seangkatan Lionel Messi dan Gerard Pique tersebut di La Masia.
Situasi ini tentu tidak mengenakkan bagi Fabregas. Sebagai pemain yang masih terhitung muda, karirnya bisa tamat jika tak kunjung mendapat kesempatan bermain yang banyak. Opsi terbaik adalah angkat koper dari Camp Nou. Duta anti-rasisme tersebut mengaku siap jika dilepas Tito Vilanova meskipun mengatakan masih akan berjuang mendapatkan tempat di Barcelona.
“Saya senang bisa menjadi bagian dari tim ini namun ketika pelatih mengatakan kepada saya saya harus pergi, maka saya akan pergi. Namun saya tidak akan membuatnya mudah bagi dia. Saya akan terus berusaha, menanti waktu kapan situasi ini akan berubah. Saya datang ke sini untuk menatap karir saya,” jelas pengidola Pep Guardiola itu.
Baca juga: