Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

El Clasico: Dari Tradisi Menuju Prestasi

Sebuah pertemuan sepanas El Clasico ternyata tak hanya menyajikan pertandingan dengan tensi tinggi yang sering memancing emosi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Ravianto

TRIBUNNEWS.COM, BARCELONA - Sebuah pertemuan sepanas El Clasico ternyata tak hanya menyajikan pertandingan dengan tensi tinggi yang sering memancing emosi.

Lebih dari itu, ada banyak catatan menarik yang pantang untuk dilewatkan. Seperti bagaimana suasana laga El Clasico pertama atau pada bulan apa laga El Clasico lebih sering dimainkan.

Fakta-fakta berikut ini menunjukkan jika El Clasico bukan pertandingan biasa. Ada banyak hal yang tak kalah penting dari hasil pertandingan itu sendiri. (adit/adwi)

April Lebih Favorit 
Dalam satu dekade terakhir, duel Barcelona vs Real Madrid lebih sering bertemu pada bulan April. Dari 22 El Clasico di Liga BBVA sejak 2002, tujuh di antaranya dilakukan pada bulan ini. Barcelona dan Madrid sama-sama menang dua kali, sisanya berakhir seri.

Bulan favorit berikutnya selama satu dekade adalah November. Ada lima laga El Clasico yang digelar pada bulan tersebut. Hasilnya, Barcelona meraih tiga kemenangan, sekali seri, dan sekali kalah. Sementara khusus bulan Oktober, hanya Madrid yang pernah meraih kemenangan dalam 10 tahun terakhir.

Beda Tinggi Rumput 
Kondisi rumput di Stadion Santiago Bernabeu dan Camp Nou tak perlu diragukan lagi. Rumpur di Camp Nou bahkan baru saja diganti saat kompetisi sedang menjalani jeda medio Juni hingga Juli lalu. Namun demikian, tinggi rumput di kedua stadion tidak sama.

Barcelona yang gemar memainkan umpan-umpan pendek sengaja memotong rumput di Camp Nou setinggi 2-2,4 cm saja. Sementara di Santiago Bernabeu, tinggi rumputnya berkisar 2,8-2,9 cm. Hal tersebut berkaitan dengan gaya bermain Madrid yang cenderung mengandalkan serangan balik. Tinggi rumput standar UEFA sendiri adalah antara 2-3 cm.

Rekomendasi Untuk Anda

Madrid juga dikabarkan sengaja memotong rumput dengan tinggi maksimal yang telah ditetapkan. Dengan rumput yang terlalu tinggi, gaya tiki taka Barcelona tak akan sempurna. Alhasil permainan Barcelona pun cenderung lebih bisa diredam.

Kemenangan Terbesar 
Catatan apik berupa kemenangan terbesar pernah ditorehkan Real Madrid pada pertemuan kedua semifinal Copa del Generalisimo 1943. Berlaga di Stadion Chamartin, Los Blancos menekuk El Barca 11-1! Sejak menit ke-5 hingga 80, Madrid menghujani 11 gol tanpa balas. Baru sekitar menit ke-89 Barcelona bisa mencetak gol. Rekor itu masih bertahan hingga saat ini.

Kemenangan terbesar itu merupakan pembalasan atas kekalahan 0-3 pada leg pertama yang berlangsung di Stadion Les Corts. Apalagi kemenangan itu tak terlepas dari intimidasi para penonton terhadap tim tamu.

Tanpa Hasil Seri 
Selama hampir tujuh tahun laga El Clasico berlangsung cukup menarik. Bukan hanya tensi tinggi yang dihasilkan, namun selama periode itu tak ada hasil seri. Jika tidak menang, kekalahanlah yang diraih salah satu dari kedua klub saat bertemu di El Clasico.

Periode 25 Januari 1948 hingga 21 November 1954 terjadi 18 laga El Clasico yang selalu berakhir dengan kemenangan bagi salah satu klub. Selama periode tersebut, jumlah gol terbanyak dalam satu laga terjadi pada 24 September 1950. Kala itu, El Barca menang 7-2 di kandang sendiri. Mateu Nicolau menyumbang dua gol bagi kemenangan Blaugrana.

Tradisi Pasillo 
Sepak bola Spanyol mengenal sebuah tradisi yang dinamakan pasillo. Dalam tradisi yang sudah berlangsung selama tiga dekade ini, tim yang sudah dipastikan meraih juara mendapat penghormatan dari lawannya sebelum pertandingan. Lawan akan berdiri di pinggir lapangan menyambut tim juara yang keluar dari lorong pemain.

Khusus El Clasico, tradisi ini baru terjadi tiga kali. Pasillo pertama berlangsung pada 30 April 1988, ketika Madrid meraih juara sebelum kompetisi berakhir. Tiga musim kemudian, tepatnya 8 Juni 1991, gantian Madrid yang memberi penghormatan kepada Barcelona. Madrid kembali meraih pasillo pada 7 Mei 2008 usai memastikan gelar juara Liga BBVA 2007-08.  

Standing Ovation Untuk Lawan 
Meski aura panas selalu menaungi gelaran El Clasico, pendukung Real Madrid tidak segan-segan memberi standing ovation kepada pemain lawan yang dinilai tampil menghibur. Dalam sejarah, ada dua pemain Barcelona yang mendapatkannya saat melawat ke Santiago Bernabeu, yakni Ronaldinho dan Diego Maradona.

Pada 19 November 2005 silam, Dinho menyihir publik Madridista setelah mempertontonkan skill tingkat tinggi dan mencetak brace pada laga yang dimenangi Barcelona dengan skor 3-0. Sebuah kehormatan besar bagi Dinho. Sebab, sebelumnya hanya Maradona yang mendapat perlakuan serupa saat memperkuat Barcelona pada 1982-1984.  

Messi Kejar Di Stefano 
Legenda Real Madrid, Alfredo Di Stefano mencatat sebuah rekor yang hingga kini belum bisa disamai oleh pemain lain. Dialah top skorer El Clasico dengan dulangan 18 gol. Dari jumlah tersebut, 14 gol dibuatnya di kompetisi liga. Sementara, masing-masing dua gol dilesakkan pada ajang Copa del Rey dan kompetisi Eropa.

Namun, rekor Di Stefano sangat mungkin dilewati oleh Lionel Messi dalam waktu dekat. Saat ini, Messi  telah membukukan 15 gol pada laga El Clasico. Jumlah ini sama dengan perolehan legenda Madrid lainnya, Raul Gonzalez. Andai berhasil mencetak empat gol lagi di El Clasico, Messi akan menggeser Di Stefano.

Copa de Coronacion 
Laga El Clasico pertama kali terjadi pada 13 Mei 1902. Kedua tim kala itu bertemu di babak semifinal Copa de Coronacion, yang merupakan cikal bakal Copa del Rey, di Stadion Hipodromo, Madrid.

Meski berstatus sebagai tuan rumah, Real Madrid yang kala itu baru dua bulan berdiri harus mengakui keunggulan tamunya yang sudah berdiri tiga tahun lebih awal. Madrid hanya mampu mencetak satu gol lewat Arthur Johnson. Sedangkan Barcelona mendulang tiga gol lewat brace Steinberg dan satu gol sang pendiri klub, Joan Gamper.  

Quattrick Lima Pemain 
Jumlah gol terbanyak yang dibuat oleh seorang pemain dalam sebuah laga El Clasico berjumlah empat. Ada lima orang pemain yang mampu melakukannya. Dari Barcelona, terdapat nama Jose Samitier, Marti Ventolra, dan Eulogio Martinez. Sementara, Madrid menyumbang nama Ildefonso Sanudo Garcia dan Barinaga.

Quattrick pertama El Clasico diciptakan oleh Samitier. Dia membuatnya ketika membawa Barcelona melumat Madrid dengan skor 5-1 pada 18 April 1926. Sementara, quattrick terakhir diukir oleh Martinez pada 19 Mei 1957, saat membawa Blaugrana unggul 6-1 atas Los Blancos.

 

Sumber: Duniasoccer.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Barcelona
38
31
1
6
95
36
59
94
2
Real Madrid
38
27
5
6
77
35
42
86
3
Villarreal
38
22
6
10
72
46
26
72
4
Atlético Madrid
38
21
6
11
62
44
18
69
5
Betis
38
15
15
8
59
48
11
60
Berita Populer
Atas