Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Agum Gumelar Ajak Bangun Timnas yang Solid dan Kuat

Tokoh sepakbola nasional, Agum Gumelar mengaku prihatin atas kegagalan Indonesia meraih prestasi di Piala AFF 2012.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Toni Bramantoro

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tokoh sepakbola nasional, Agum Gumelar mengaku prihatin atas kegagalan Indonesia meraih prestasi di Piala AFF 2012. Dia meminta kepada semua pihak untuk dapat belajar dari kegagalan tersebut.

Timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih Nilmaizar tidak berhasil lolos dari babak penyisihan Grup B Piala AFF. Irfan Bachdim dkk kalah bersaing dengan tuan rumah Malaysia dan Singapura.
Bertanding tiga kali, timnas hanya mampu meraih poin 4, setelah menahan imbang Laos 2-2, mengalahkan Singapura 1-0, serta kalah dari Malaysia 0-2.

"Saya prihatin atas kegagalan Indonesia. Dari awal saya merasa pesimistis, karena kita akan berperang dengan negara lain tetapi Timnas Indonesia bertanding tidak dengan kekuatan penuh karena dalam keadaan konflik," tuturnya ditemui di rumahnya, Minggu (2/12/2012).

Timnas Indonesia yang berlaga di Piala AFF 2012 tidak menurunkan kekuatan terbaiknya. Sebab para pemain terbaik di tanah air yang bermain di kompetisi Indonesia Super League (ISL) sebagian besar tidak memperkuat timnas.

Menurut Agum Gumelar, kekuatan Timnas Indonesia di Piala AFF hanya 50 persen, karena para pemain sebagian besar bermain di kompetisi IPL. Kalau semua pemain terbaik di Indonesia bermain maka kekuatan akan 100 persen.

"Kompetisi itu jantung pembinaan sepakbola, pemain lahir dari kompetisi, kalau kompetisi tidak solid maka akan sulit tercipta timnas yang kuat. Kompetisi di Indonesia saat ini mengalami perpecahan, maka timnas yang dibentuk hanya oleh satu kompetisi. Kalau satu kekuatan menjadi 100 persen, timnas yang saat ini hanya 50-40 persen saja," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menyikapi kegagalan ini, Mantan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) itu berharap, kepada masing-masing pihak untuk membangun bersama sepakbola nasional dengan menyisihkan kepentingan masing-masing.

"Saya meminta kepada Ketua Umum PSSI Djohar Arifin dan PSSI Kongres Luar Biasa (KLB) Ancol La Nyalla Mahmud Matalitti untuk cepat bertemu mendapatkan kesepakatan bersama untuk membawa sepakbola nasional ke arah yang lebih baik. Jangan membawa masing-masing ego yang berdampak tidak bagus terhadap sepakbola nasional," tambahnya.

Koran Futuristik dan Elegan
Klik Tribun Jakarta Digital Newspaper
Baca juga:
 
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
PERSIB
33
24
6
3
59
22
37
78
2
Borneo FC
33
24
4
5
67
30
37
76
3
Persija
33
21
5
7
62
29
33
68
4
Persebaya
33
15
10
8
56
35
21
55
5
Malut United
33
15
8
10
67
46
21
53
Berita Populer
Atas