Takluk dari Bradford, Arsenal Tersingkir di Piala Liga
Bradford City sukses mempermalukan raksasa Premier League Arsenal. Dalam laga perempat final Piala Liga Inggris
TRIBUNNEWS.COM - Bradford City sukses mempermalukan raksasa Premier League Arsenal. Dalam laga perempat final Piala Liga Inggris yang berakhir 1-1 di Stadion Valley Parade, Selasa atau Rabu (12/12/2012) dini hari WIB, The Bantams --tim dari League Two-- sukses menebas The Gunners yang tampil dengan skuad utamanya melalui drama adu penalti.
Delapan menit setelah kickoff, tim Gudang Peluru memperoleh peluang perdana. Umpan manis Santi Cazorla membebaskan Gervinho dari kawalan bek-bek The Bantams. Namun striker Pantai Gading itu terlalu egois dan memilih mengeksekusi bola, meski Jack Wilshere berdiri bebas. Peluang itu tak maksimal dan hanya berbuah sepak pojok yang juga nihil gol.
Pada menit ke-16, justru Bradford yang mampu membobol gawang Arsenal. Berawal dari pelanggaran Thomas Vermaelen terhadap James Hanson. Sepakan bebas dieksekusi Will Atkinson yang dimaksimalkan dengan tendangan voli oleh Garry Thompson. Publik Valley Parade larut dalam euforia terbesar dalam 52 tahun sejak berdirinya Bradford.
Peluang terbaik London Merah menyamakan kedudukan terjadi pada menit ke-36, ketika bola tembakan Francis Coquelin membentur tiang gawang Matt Duke. Bola rebound kembali disepak Santi Cazorla, namun hasilnya malah melambung. Hingga turun minum, Arsenal tetap tertinggal 0-1 dari Bradford.
Di paruh kedua, Arsenal berusaha menyamakan kedudukan. Peluang terbaik pertama datang pada menit ke-53, saat Cazorla memberikan umpan kepada Wilshere. Gelandang muda Inggris itu gagal memaksimalkannya, setelah sepakan kerasnya dari jarak 16 meter meleset dari gawang Bradford.
Enam menit kemudian, Cazorla kembali menjadi arsitek peluang The Gunners. Sodorannya kepada Gervinho membua ruang baginya untuk menembak. Namun, bola melenceng dari sasaran.
Pada menit kemudian, Arsene Wenger memasukkan Tomas Rosicky dan Alex Oxlade-Chamberlain. Semenit kemudian, efeknya langsung terasa. Tendangan Oxlade-Chamberlain masih dapat diblok barisan belakang The Bantams dan umpan tariknya masih dapat dibuang menjadi tendangan penjuru.
Semenit jelang waktu normal pungkas, Arsenal sukses menyamakan kedudukan. Berawal dari sepak pojok Cazorla, bola berhasil dihalau barisan pertahanan Bradford. Namun, bola masih mengarah kembali kepada gelandang Spanol itu yang langsung memberikan umpan tarik. Vermaelen pun berhasil memaksimalkan dengan tandukannya.
Saat detik-detik akhir, Cazorla nyaris mencetak gol kemenangan, andai Duke tak tampil gemilang mementahkan sepakan bebasnya. Lagi-lagi bola kembali kepada eks pemain Malaga itu yang kembali menendangnya. Hebatnya, Duke masih dapat mengantisipasinya.
Hingga peluit panjang 90 menit berbunyi, kedudukan 1-1 tak berubah dan laga dilanjutkan hingga perpanjangan waktu dua kali 15 menit. Dalam masa ini, Arsenal masih mendominasi. Beberapa kali serbuan Cazorla dan Rosicky membahayakan pertahanan Bradford. Kesempatan emas The Gunners terjadi pada menit ke-19. Sodoran Bacary Sagna dari sayap kanan, membuat Cazorla bebas melesatkan cannon-ball. Bola dari jarak 20 meter sudah melewati jangkauan Duke, namun masih mengenai mistar gawang Bradford.
Babak ini berakhir dengan skor tetap 1-1 untuk kedua tim. Laga pun harus diakhiri dengan adu sepakan penalti. Bradford pun berhasil memenangi babak ini dengan skor 3-2, setelah tiga algojo Arsenal --Cazorla, Marouane Chamakh, dan Vermaelen-- gagal. The Bantams pun lolos ke semifinal Piala Liga Inggris.
Baca tanpa iklan