Tak Ada Hotel Bintang 5 di Bojonegoro, Persibo Pindah Markas
Persibo Bojonegoro dipastikan tidak akan menjamu tim-tim luar negeri di Stadion Letjen H Soedirman, Bojonegoro, dalam AFC Cup 2013
TRIBUNNEWS.COM – Persibo Bojonegoro dipastikan tidak akan menjamu tim-tim luar negeri di Stadion Letjen H Soedirman, Bojonegoro, dalam AFC Cup 2013. Pasalnya AFC (Konfederasi Sepakbola Asia) memutuskan Laskar Angling Dharma harus pindah kandang ke Stadion Manahan, Solo.
Persoalannya bukan karena Stadion H Soedirman dinilai tidak layak, namun disebabkan tidak adanya hotel bintang lima di Bojonegoro sebagai tempat menginap tim tamu.
Setelah melalui perundingan yang cukup lama dengan Manajer Persibo Nur Yahya dan Media Officer Imam Nurcahyo, AFC menegaskan Persibo tidak bisa menggelar laga kandang turnamen regional tersebut di Bojonegoro.
"Kami atas nama segenap manajemen dan tim Persibo memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Bojonegoro dan pecinta Persibo atas perubahan home ground tersebut. Kami sudah berusaha maksimal melobi AFC tapi mereka berpandangan lain," kata Nur Yahya didampingi Imam Nurcahyo di Kuala Lumpur, yang dikutip Warta Kota (Tribunnews.com Network) dari laman resmi Liga Primer Indonesia (LPI).
Persibo tergabung di Grup F bersama Yangon United (Myanmar), Sunray Cave JC Sun Hei (Hongkong), dan New Radiant SC (Maldives). Tim yang kini ditangani Gusnul Yakin itu bakal mengawali penampilannya pada 26 Februari mendatang melawan Yangon United di Aung San Stadium, Yangon, Myanmar.
Dalam waktu dekat, tim AFC bakal segera mengecek Stadion Manahan sebagai kandang Persibo pada ajang Piala AFC dan Stadion H Agus Salim sebagai markas Semen Padang. Menurut Media Officer Semen Padang Ronny Suhatril, rombongan AFC juga berencana meninjau hotel yang dijadikan tempat menginap tim tamu.
"Inspeksi di stadion dititikberatkan pada kapasitas lampu dan kelengkapan ruangan, misalnya ruang medis, pemeriksaan doping, security, keamanan, media, ruang ganti, scoring board, dan sebagainya," ujar Ronny.
Perwakilan World Sport Group, perusahaan pemegang hak siar pertandingan AFC Cup 2013, rencananya turut serta dalam rombongan AFC yang akan datang ke Indonesia. Ronny melanjutkan, workshop Piala AFC 2013 berlangsung dua hari.
"Hari pertama membahas aturan kompetisi, termasuk pengaturan media dan ketertiban di dalam stadion. Juga diatur masalah denda atas pelanggaran yang dilakukan penonton, misalnya menyulut kembang api didenda Rp 50 juta," bebernya.
Baca tanpa iklan