Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Sihar Sitorus: Keputusan di Luar Agenda, Jadi yaaa tak Sah dong

Sepak bola Indonesia menghadapi tantangan besar paska penyelenggaran Kongres Luar Biasa

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Toni Bramantoro

Laporan wartawan Wartakota, Eko Priyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sepak bola Indonesia menghadapi tantangan besar paska penyelenggaran Kongres Luar Biasa atau KLB PSSI 2013 di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (17/3/2013) sore.

Sejumlah hasil keputusan KLB disinyalir menabrak aturan dan keluar dari empat agenda utama. KLB PSSI 2013 mestinya hanya membahas unifikasi liga, revisi statuta, menyertakan *voters* (pemilik suara) Kongres Solo 2011, dan pengembalian empat status anggota Komite Eksekutif (exco) terhukum; La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Tonny Aprilani, dan Erwin Dwi Budiawan, ke PSSI.

Ketika kongres menyisakan satu bahasan terakhir, enam exco yaitu Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman, Sihar Sitorus, Tuty Dau, Widodo Santoso, Mawardy Nurdin, serta Bob Hippy, meninggalkan ruang pertemuan Flores sekitar pukul 12.00 WIB, karena ada tambahan di luar agenda tersusun yaitu penentuan waktu dan tempat pelaksanaan Kongres Tahunan PSSI.

Poin tersebut tidak diatur dalam kontrak kerja sama (MoU) antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang ditandatangani di Kuala Lumpur, Malaysia, Maret 2011.

Aksi 'walk out' memicu penggalangan suara untuk menandatangani dokumen berupa skorsing kepada enam exco tersebut. Status mereka dibekukan hingga penyelenggaraan Kongres Tahunan PSSI, dua pekan ke depan atau sekitar Mei 2013.

"Bagi saya keputusan itu di luar agenda KLB. Jadi tidak sah. Yang utama dari KLB adalah empat jadwal semula. Tidak bisa dikurangi atau ditambahkan," ungkap Sihar, menanggapi keputusan KLB 2013, Minggu (17/3) malam.

Rekomendasi Untuk Anda

Sihar menyebut pihaknya akan berkonsultasi dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Mereka juga tengah mempertimbangkan untuk mengajukan hasil KLB ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS).

Farid menyatakan 'walk out' terjadi karena KLB menyalahi aturan. Farid bersama lima exco lainnya kemudian menggelar konferensi pers bersama 18 perwakilan Pengurus Provinsi (Pengprov) yang tidak diperkenankan memasuki ruangan di lantai tiga Hotel Borobudur. Kehadiran 18 Pengprov sempat memicu ketegangan.

Di awal penyelenggaraan kemarin pagi, mereka berusaha masuk ke ruangan namun dihalangi petugas keamanan berseragam safari. 'Keributan kecil' terjadi mulai pukul 10.43 hingga 11.15 WIB. Ke-18 Pengprov mengklaim pemilik suara asli berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang diteken Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. Kongres dihadiri 98 pemilik suara, dua absen.

"Langkah kami sampai tahap ketiga sudah jelas. Apalagi perwakilan FIFA sudah menyatakan sepak bola Indonesia bebas dari sanksi. Begitu masuk agenda tambahan, kami keluar karena itu menabrak agenda yang sudah disusun," ungkap Farid.

Atas permintaan pemilik suara, KLB memutuskan penambahan empat anggota exco yaitu Djamal Aziz, Hardi, Zulfadhli, dan La Siya. Sebelumnya, Exco hanya berjumlah 11, kini menjadi 15 orang.

Mantan Ketua KPSI La Nyalla naik jabatan sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.

Baca juga:

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
PERSIB
34
24
7
3
59
22
37
79
2
Borneo FC
34
25
4
5
74
31
43
79
3
Persija
34
22
5
7
65
29
36
71
4
Persebaya
34
16
10
8
61
35
26
58
5
Bhayangkara FC
34
16
5
13
53
45
8
53
Berita Populer
Atas