Chelsea vs Everton: Laga Perpisahan Benitez dan Moyes
Bagi Benitez ini jadi laga perpisahan setelah lebih dari setengah musim menjadi manajer interim Chelsea.
Penulis:
Husein Sanusi
TRIBUNNEWS.COM – Partai pamungkas atau laga penutup Premier League Inggris musim 2012-2013, Minggu (19/5/2013), akan menghadirkan beberapa moment emosional. Satu diantaranya laga Chelsea kontra Everton di Stadion Stamford Bridge yang menjadi perpisahan dua manajer, Rafael Benitez dan David Moyes.
Bagi Benitez ini jadi laga perpisahan setelah lebih dari setengah musim menjadi manajer interim Chelsea. Kontrak manajer asal Spanyol itu tidak akan diperpanjang lagi meski berhasil menorehkan prestasi bersama The Blues.
Ada dua prestasi dicatat Benitez sejak dipercaya menangani Chelsea. Dia memberi gelar juara Liga Europa pekan lalu dan dia telah memenuhi harapan manajemen The Blues dengan meloloskan tim London ini ke Liga Champions musim depan.
Tapi kepastian lolosnya Chelsea secara otomatis atau harus melewati playoff masih akan ditentukan lewat hasil laga melawan Everton. Jika menang atas Everton, maka Chelsea dipastikan mengakhiri kompetisi di urutan tiga klasemen, yang berarti lolos langsung ke putaran final Liga Champions musim depan.
Kurang lebih enam bulan melatih Chelsea, Benitez mengakui ada berbagai kenangan indah dan buruk. Indahnya dia mampu menstabilkan skuad Chelsea setelah mengalami turbulensi dahsyat usai pemecatan Roberto Di Matteo.
"Ada banyak kenangan di tempat ini. Tapi saya yakin saya meninggalkan tim ini dalam kondisi lebih bagus. Anda melihat pemain-pemain seperti Juan Mata, Oscar, Eden Hazard, David Luiz, dan Cesar Azpilicueta makin penting perannya buat tim," kata Benitez dilansir the independent.co.uk, Sabtu (18/5).
Benitez juga meyakini, siapapun manajer yang akan melanjutkan tugasnya di Chelsea musim depan akan mendapat banyak kemudahan setelah tim ini sukses melewati masa transisi dari pemain tua ke pemain yang lebih muda.
Lebih penting dari itu, dia menegaskan akan memberi kemenangan terakhir buat Chelsea. "Kami ingin menang pada hari Minggu melawan Everton. Saya tidak berharap akan ada hasil seri. Kami ingin mencoba menang. Akan memalukan jika kami mengakhiri musim ini tidak dalam posisi tiga besar," ungkapnya.
Mantan manajer Liverpool itu lalu menggarisbawahi keberadaan Manajer Everton David Moyes yang juga akan melakoni laga perpisahan. Moyes musim depan sudah bukan lagi manajer Everton setelah dipilih Manchester United menggantikan Sir Alex Ferguson yang memutuskan pensiun.
"Dia (David Moyes) adalah manajer hebat. Saya pikir, dia akan menjalankan tugasnya dengan baik di Manchester United. Dia punya kualitas untuk melakukannya dengan baik," puji Benitez kepada Moyes.
Moyes sebenarnya sudah melakukan perpisahan dengan para penggemar Everton pekan lalu. Manajer 49 tahun mengaku telah menjalani malam yang emosional setelah mengucapkan selamat tinggal kepada beberapa koleganya di Goodison Park.
Namun resminya, arsitek Everton ini akan menggelar laga pamungkas bersama The Toffees saat melawan Chelsea. Sebelum memulai kehidupan baru, Moyes berharap bisa meninggalkan Everton dengan catatan impresif, yakni mengunci rekor poin terbaik mereka, 66. "Kami ingin meraih rekor total poin kami jika memungkinkan dan itulah target kami.
Ini adalah pertandingan bagus di akhir musim. Ini bukan laga sembarangan. Mereka (Chelsea) menjalani tahun yang hebat dan memenangkan Liga Europa juga sangat impresif," kata Moyes, yang menangani Everton sejak 2002.
Menarik menyimak apa yang akan dilakukan Benitez dan Moyes di laga perpisahan ini. Namun pastinya, jika Moyes sudah pasti punya pekerjaan baru di Manchester United tidak demikian dengan Benitez yang nasibnya belum jelas.(Tribunnews.com/cen)