Pemain Arema LPI Ancam Tak Kembali
“Tidak masalah kami diputus kontrak. Daripada disini hanya diberi janji,” tambahnya.
Laporan Wartawan Surya, M Zainuddin
TRIBUNNEWS.COM,MALANG - Di tengah krisis finansial yang melanda, Arema LPI dihantui isu tak sedap.
Para pemain mengancam tidak akan kembali ke Malang pada 2 Juni 2013 nanti.
Sumber di internal Arema LPI menyebutkan para pemain dan pelatih sempat bertemu di mess Arema LPI sebelum pulang ke kampung halamannya pada akhir April 2013 lalu.
Pertemuan itu untuk membicarakan sikap manajemen yang hanya memberi uang saku.
Hak selama dua bulan masih belum diberikan ke pemain, pelatih, dan offisial.
“Manajemen minta kami tetap pulang. Gaji akan dibayar dalam liburan ini,” kata sumber tersebut, Senin (20/5/2013).
Pemain, pelatih, dan offisial tetap pulang ke kampung halamannya.
Menurutnya, mereka berharap manajemen memenuhi janjinya sebelum liburan berakhir.
Bila sampai liburan berakhir belum ada tambahan di rekening, mereka tidak akan kembali ke Malang.
“Tidak masalah kami diputus kontrak. Daripada disini hanya diberi janji,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, manajer tim Arema LPI, Haris Fambudy mengaku sudah mendapat informasi itu.
Manajemen masih berusaha mencari sponsor.
Sampai sekarang baru ada dua sponsor yang bersedia mengucurkan uangnya ke Singo Edan.
“Wajar kalau mereka menuntut haknya. Kami sudah mengungkap kondisi manajemen ke pemain,” kata Haris.
Haris mengakui tidak mudah mendapat sponsor. Manajemen pimpinan Winarso baru mendapat legalitas dari PSSI pada akhir Februari 2013 lalu.
Menurutnya, manajemen akan langsung mencairkan gaji setelah mendapat sponsor.
“Bukan hanya manajemen yang senang bila ada sponsor. Pemain pasti akan senang,” tambahnya.