PR Persija Musim Depan Lebih Berat
Persolan tunggakan gaji pemain dan persiapan keuangan manajemen Macan Kemayoran harus digenjot dari sejak dini.
Editor:
Dewi Pratiwi
TRIBUNNEWS.COM - wakil Ketua Umum Jakmania Richard Ahmad Suprianto menganalisa bahwa PR atau pekerjaan rumah manajemen Persija Jakarta musim depan terbilang berat untuk mengarungi kompetisi 2014.
Persolan tunggakan gaji pemain dan persiapan keuangan manajemen Macan Kemayoran harus digenjot dari sejak dini agar krisis finansial tidak menjadi "penyakit" yang terus berlarut.
"Ini bukan kritik untuk personal, melainkan kepada manajemen klub. Pengurus harus berbenah total dan marketing klub harus lebih geliat lagi menjalin potensi kepada investor," kata Richard kepada Berita Kota Super Ball, Senin (12/8).
"Bagaimana bisa tim sekelas Persija Jakarta harus mengalami krisis finansial terus-menerus? Ini kenyataan yang ironis," kata Richard.
Menurut dia, krisis keuangan akan kembali terjadi jika tunggakan gaji pemain tidak bisa dilunasi manajemen hingga akhir musim. Hal ini menjadi alarm bahaya bagi tim Macan Kemayoran yang mengalami haus gelar juara dalam 12 tahun terakhir.
Manajemen Persija, kata Richard Ahmad Supriyanto, harus lebih membuka diri untuk melayangkan proposal kepada sejumlah investor potensial. Jumlah karyawan yang tergabung dalam manajemen juga harus diperbanyak untuk meminimalisasi adanya rangkapan jabatan.
"Posisi marketing, manajer tim yunior, maupun presiden klub, harus ditempati masing-masing individu yang kompeten di bidangnya. Posisi jabatan yang dirangkap satu orang seperti saat ini pasti membuat kinerja tidak fokus. Mestinya dilakukan oleh orang-orang yang memang menguasai masalah," kata Richard.
Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Kajian dan Pengembangan Olahraga Indonesia itu tidak mempermasalahkan siapa individu yang mengemban jabatan sebagai Ketua Umum Persija.
Hanya saja, menurut Richard, manajemen Persija yang dipimpin Ketua Umum Ferry Paulus, harus lebih bekerja keras untuk memenuhi kewajiban pemain, pelatih, dan tim ofisial.
"Kalau tunggakan gaji pemain musim ini belum bisa dilunasi, krisis Persija musim depan bakal lebih berat," tegasnya.
Selengkapnya di edisi cetak Berita Kota Super Ball