PSSI Belum Putuskan Status Putaran Pertama LPI
PSSI kini terus membangun komunikasi dengan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku pengelola LPI.
Editor:
Dewi Pratiwi
TRIBUNNEWS.COM - PSSI menunda pengumuman status seluruh pertandingan putaran pertama kompetisi Liga Prima Indonesia atau LPI, hingga Senin (26/08/2013).
Sekretaris Jenderal PSSI Joko Driyono menyatakan, Komisi Disiplin (Komdis) membutuhkan waktu untuk mengoreksi.
PSSI berharap, putaran kedua LPI tetap berlangsung. PSSI kini terus membangun komunikasi dengan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku pengelola LPI.
Sebelum mengontrol putaran kedua LPI yang dijadwalkan bergulir mulai 1 September mendatang, PSSI ingin mengetahui rancangan jadwal LPIS.
"Soal pelanggaran disiplin seperti tim yang walk-out, kartu kuning-kartu merah, tuntas Senin. Komdis bersidang sejak Rabu (21/08/2013). Kasus yang terjadi lumayan banyak dan datanya perlu dikoteksi. Setelah selesai, hasilnya punya konsekuensi terhadap status pertandingan, klasemen, dan sebagainya," ungkap Joko kepada wartawan di Kantor PSSI, Komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (23/08/2013) malam.
Perihal permintaan LPIS agar mendapat hasil Kongres PSSI 17 Juni lalu di Surabaya, Jawa Timur, Joko menjelaskan, tidak ada bahasan mengenai unifikasi atau penyatuan liga. Penyatuan liga merupakan buah keputusan Kongres Luar Biasa di Hotel Borobudur, Jakarta Maret 2013.
Sementara itu, pelatih Perseman Monokwari Arcan Iurie mengadukan 'ketidakjelasan' kondisi internal Perseman Monokwari kepada PSSI, Jumat siang.
Mantan pelatih Persib Bandung dan Persija Jakarta itu menyatakan, staf pelatih dan pemain belum menerima gaji dari manajemen. Ia mengaku, manajemen menunggak gajinya selama tujuh bulan.
"Saya sudah berkomunikasi dengan LPI. Manajemen sendiri sudah beberapa kali menjanjikan akan membayar gaji. Sebelum lebaran saya ketemu Bupati, ada lagi janji, tetapi sampai sekarang tidak ada pembayaran," tutur pelatih asal Moldova itu.
"Pemain punya keluarga dan anak yang sedang sekolah. Mereka perlu biaya. Para pemain sudah capek dengan janji-janji," tambah Iurie.
Selengkapnya di edisi cetak Berita Kota Super Ball