Sepak Bola, Cara Putu Gede Bahagiakan Orangtua
Putu Gede Juni Antara merupakan salah satu pemain yang mendapatkan perhatian.
Penulis:
Glery Lazuardi
Editor:
Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemain tim nasional Indonesia U-19 tengah menjadi sorotan. Keberhasilan punggawa ‘Garuda Jaya’ meraih gelar juara Piala AFF U-19 di Jawa Timur membuat Evan Dimas dan kawan-kawan dipuja–puja oleh para penggemar.
Putu Gede Juni Antara merupakan salah satu pemain yang mendapatkan perhatian. Kemampuan pria 17 tahun itu membuatnya menjadi andalan pelatih Indra Sjafri di lini belakang.
Ketenaran tidak membuat dia lupa akan jasa kedua orang tua. Melalui sepak bola anak tunggal dari pasangan Made Raka dan Ni Nyoman Suji itu ingin membahagiakan keduanya.
“Sehari – hari, ayah tukang ukir patung, sementara ibu membantu tetangga mengecet rumah. Saya terharu melihat kedua orang tua saya, pokoknya dengan cara apapun membahagiakan orang tua. Salah satunya melalui sepak bola,” tutur pemain yang mengidolakan bek Real Madrid, Sergio Ramos ditemui di Jakarta, Kamis (3/10/2013).
Sepak bola membuat Putu Gede harus terpisah jauh dari kedua orang tua. Karier Putu Gede diawali dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Tresna, Denpasar. Saat tim akademi AC Milan berkunjung ke Bali, SSB Putra Tresna berkesempatan menjajal klub Serie-A Liga Italia itu.
Keterampilan sebagai bek kanan membuat pemantau bakat merekomendasikan pemain kelahiran 7 Juni 1995 itu masuk SMA Ragunan. Putu Gede yang saat itu duduk di kelas I SMA Dwijendra, Denpasar pun harus pindah ke Jakarta pada tahun 2011.
“Orang tua, khawatir sih. Tetapi, ya mau bagaimana. Sepak bola itu cita - cita dari kecil. Yang peting buat bangga orang tua,” ujar pria yang diwaktu senggang dimanfaatkan dengan bermain bilyard.
Putu telah membuat bangga kedua orang, setelah berhasil meraih gelar juara Piala AFF U-19. Siapa yang menyangka pria yang berasal dari Banjar Denjalan, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar mengharumkan Pulau Dewata di pentas internasional.
Atas prestasinya mengharumkan nama daerah, Pemkab Gianyar memberi apresiasi berupa bonus Rp. 50 juta yang diserahkan Bupati Anak Agung Gede Agung Bharata pada beberapa waktu lalu.
“Sayang, orang tua saya tidak dapat menyaksikan pertandingan final. Saya sudah meminta mereka ke Sidoarjo, namun mereka tidak berangkat. Hanya nonton pertandingan final melalui layar lebar,” katanya.
Putu Gede mempunyai rencana masa depan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat Universitas. Dia memilih Fakultas Ekonomi.