Mantan Manajer Persisko Tanjabbar Bingung Ditagih Gaji Pemain
Arif Munandar mantan manajer Persisko Tanjabbar mengaku bingung dengan para pemain yang menuntut pembayaran gaji mereka ke dirinya.
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Arif Munandar mantan manajer Persisko Tanjabbar mengaku bingung dengan para pemain yang menuntut pembayaran gaji mereka ke dirinya.
Sebagai manajer Arif mengatakan kontrak yang ditandatanganinya waktu itu terkait kontrak pemain sebelumnya telah ditentukan oleh direktur utama, termasuk gaji dan nilai pemain.
Arif mengatakan Dia pun satu di antara pihak yang disebutkan dalam kontrak menerima gaji dan bukan yang mesti membayar gaji para pemain.
"Kontrak itu yang menentukan nilainya direktur utama, memang saya yang menandatangani waktu itu. Saya tandatangani jam 4 subuh karena mendesak Persisko waktu itu harus segera turun bermain menghadapi Persigli," kata Arif, Jumat (13/12/2013).
Disebutkannya saat menandatangani kontrak waktu itu, dia tidak mau di kemudian hari karena sesuatu hal kontrak tersebut tidak bisa dipenuhi Dia yang dipermasalahkan di jalur hukum.
"Waktu itu saya menandatangani karena dari direktur utama bilang nanti kita cari duitnya sama-sama, yang penting ditandatangani dulu. Pemain bilangnya salah alamat kalau meminta pembayaran gaji darinya mestinya mereka menuntut ke manajemen klub, "Saya sebenarnya juga termasuk korban, saya ini semestinya juga dapat gaji. Saya tidak dapat gaji, bahkan saya juga banyak menyumbang untuk Persisko," sebutnya. "Saya heran di seluruh dunia baru ini manajer dituntut suruh bayar gaji pemain," katanya.
Arif menjelaskan dirinya mundur dari manajer sejak laga tandang Persisko ke Bengkulu, namun Dia masih mendukung kebutuhan para pemain Persisko yang main di Divisi Utama Liga Super Indonesia (LSI).
Arif bahkan berani bersumpah bahwa Dia tidak menggelapkan uang Persisko seperti pernah dituduhkan kepadanya. "Saya berani bersumpah, saya siap dilaporkan kalau memang terbukti menggelapkan uang Persisko," sebutnya.
Arif mengatakan dirinya siap untuk melakukan pembicaraan dengan pemain maupun pihak klub untuk menghindari polemik yang berkepanjangan di media massa.
Fadli Fernanda Kapten Persisko Tanjabbar mengatakan para pemain siap untuk kembali duduk bersama membahas solusi terkait tunggakan gaji mereka. "Kami siap, tetapi ada tindaklanjutnya dan di hadapan media juga," sebutnya.
Direktur Utama Persisko Tanjabbar Yusran minta agar permasalahan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tanpa berujung ke permasalahan hukum.
"Sebagai official manager juga harus bertanggung jawab. Kita minta ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemain Persisko mengancam akan melaporkan manajemen ke polisi lantaran gaji pemain selama delapan bulan belum dibayar.