Mantan Pelatih PSMS Medan Kini tak Sanggup Buka Mata
Ketika disapa, ia berupaya keras membuka kedua matanya yang sudah sayu.
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Rudi Harianto Saari terbaring lemah dengan kedua mata terkatup di atas kasur, saat Tribun menyambanginya di Ruang Rindu A3, Rumah Sakit Adam Malik, Medan, Rabu (18/12/2013).
Ketika disapa, ia berupaya keras membuka kedua matanya yang sudah sayu. Namun, mata itu terpejam kembali. Bincang-bincang dengannya pun terpaksa dibatalkan.
Suriani, sang istri tercinta, setia mendampingi Rudi di sisi pembaringan. Perempuan berambut ikal menuturkan, sebulan sudah Rudi menghabiskan waktunya di atas kasur, tak banyak bergerak, dan mulai akrab dengan obat-obatan.
Tim medis mendiagnosa Rudi mengidap kanker paru-paru yang parah. Penyakit ini melenyapkan sosok Rudi yang gagah dan lantang ketika memberi instruksi di pinggir lapangan hijau. Tubuhnya tampak sangat kurus dengan wajah nan kuyu.
"Kasihan sekali saya melihatnya. Mau ngapa-ngapain enggak bisa. Jangankan berdiri, duduk pun dia enggak bisa. Sekarang, membuka mata saja pun dia enggak sanggup," kata Suriani perlahan kepada Tribun.
Sesekali, Rudi dengan nada terbata-bata memanggil istrinya untuk mengambilkan air minum. Suriani dengan cekatan memenuhi permintaan tersebut. Selepas itu, kedua tangannya langsung memijat tangan hingga kaki Rudi lamat-lamat.
"Bapak senang sekali kalau dikusuk-kusuk begini. Tapi, bapak susah kalau disuruh makan, paling cuma bubur. Karena itulah, dokter memberinya suntikan nutrisi," jelas Suriani yang wajahnya tampak sembap.
Suriani mengisahkan ihkwal penyakit kanker suaminya.
"Gejalanya sudah lama. Sejak bulan puasa kemarin, bapak selalu mengeluh sakit. Tapi, dia belum mau ke dokter, lebih memilih ke pengobatan tradisional," kenangnya.
Tak kunjung membaik, Rudi pun legawa dirujuk ke RS Adam Malik.
"Ini sudah dua kali. Waktu dibawa ke rumah sakit pertama kali, bapak dirawat intensif dua minggu. Karena tak ada perubahan juga, kami putuskan pulang ke rumah. Selang dua hari kondisi bapak memburuk, jadi kami membawanya lagi kemari," tutur Suriani dengan kepala tertunduk.
Rudi Saari tercatat dalam lembaran sejarah PSMS Medan. Di tahun 2006, ia berjasa besar membawa pasukan Ayam Kinantan memboyong Piala Emas Bang Yos.
Pria kalem dan sederhana ini juga berandil besar mengharumkan nama Sumatera Utara di ajang Pekan Olahraga Nasional setahun silam.
Tim Sumut yang kala itu jauh dari perhatian, sukses menggondol medali perak alias runner up.
Ketua Harian PSMS Medan, Azam Nasution yang sempat membesuk Rudi dua hari lalu, mengemukakan keprihatinan mendalam.
Azam mengatakan seluruh insan sepak bola Sumut pasti berdoa bagi kesembuhannya. Tak hanya pengurus, mantan-mantan pemain PSMS, kalangan suporter dan media juga membesuk dan memanjatkan doa bagi pemulihan Rudi. (*)