Hughes Masih Berang dengan Diving Sterling
Ketika kedudukan imbang 2-2, wasit Anthony Taylor menghadiahkan penalti di menit ke-55, yang sukses dieksekusi Steven Gerrard.
Editor: Ravianto
TRIBUNNEWS.COM, LIVERPOOL - Penampilan brilian Liverpool sedikit ternoda dengan adanya kontroversi terkait penalti. Manajer Stoke City, Mark Hughes, pun kesal dengan penalti tersebut yang kemudian menjadi titik balik hasil pertandingan.
Liverpool memang bisa dikatakan beruntung. Ketika kedudukan imbang 2-2, wasit Anthony Taylor menghadiahkan penalti di menit ke-55, yang sukses dieksekusi Steven Gerrard.
Berawal dari perebutan bola di lini tengah, Raheem Sterling kemudian mendapat bola dan langsung menggiring bebas ke kotak penalti. Dalam tayangan ulang terlihat bola sempat mengenai tangan Sterling.
Sesampainya di kotak penalti, Sterling berusaha lepas dari pengawalan Marc Wilson dan membuatnya terjatuh. Dalam tayangan ulang terlihat kontak yang terjadi antara Sterling dan Wilson sangat minim.
Hal inilah yang membuat Hughes berang. Bahkan menuduh Sterling sengaja melakukan diving. "Raheem Sterling jatuh begitu mudahnya dalam opini saya dan wasit pun memberinya keuntungan," keluh Hughes dikutip Sky Sports.
"Kejadian itu terjadi sangat cepat. Jika kita berada tepat di dekat kejadian, maka akan tahu apa yang sebenarnya terjadi," sesal mantan striker Manchester United itu.
Manajer Liverpool Brendan Rodgers sepakat dengan Hughes. Ia menyebut wasit mungkin seharusnya tak memberi penalti, meski ia mengaku keuntungan semacam itu kerap terjadi dalam sebuah pertandingan.
"Jika saya harus jujur, saya akan katakan bahwa pelanggaran itu tidak keras. Saya menyebut pelanggaran ala Spanyol, ketika ada pemain yang menyerang lalu mendekati bek --yang tak ingin merebut bola, dan lantas terjatuh karena bersenggolan," ujar Rodgers.
Namun Rodgers menolak cap divers untuk Sterling. "Raheem bukanlah tipe pemain seperti itu (tukang diving) dan ia tak takut untuk berduel dengan pemain lawan. Saya pikir dia tidak begitu saja jatuh. Kontak minimal tapi kecepatannya bikin dia akhirnya harus dilanggar," belanya.