Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Juara Piala Coca Cola 2014 Bisa Masuk Timnas Indonesia

PT Coca Cola Indonesia menggelar turnamen sepak bola antar-SMA bertajuk Piala Coca Cola 2014.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Glery Lazuardi
zoom-in Juara Piala Coca Cola 2014 Bisa Masuk Timnas Indonesia
TRIBUNNEWS.COM/GLERY LAZUARDI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Coca Cola Indonesia menggelar turnamen sepak bola antar-SMA bertajuk Piala Coca Cola 2014. Turnamen dilangsungkan selama periode, September 2013-Mei 2014.

Pada penyelenggaraan tahun ketujuh, Piala Coca Cola melibatkan total 1.917 SMA di 65 kota, yang tersebar di enam wilayah, yaitu DKI Jakarta, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan.

"Piala Coca Cola merupakan wadah pemain berkompetisi. Bila mereka menampilkan permainan terbaik, maka bisa saja mereka dikontrak klub profesional, kemudian memperkuat tim nasional," ujar Marketing Manajer Coca Cola Indonesia Edwin Caesar Perdana Putra, di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brojonegoro, Jakarta, Minggu (26/1/2014).

Selain merebutkan trofi bergilir Piala Coca Cola, pada tahun ini, juara juga akan turut membanggakan kota mereka, di mana Coca Cola akan mengadakan perbaikan sarana lapangan sepak bola di kota asal sang juara.

Juara juga akan mendapatkan pengalaman coaching clinic bersama pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri. Juga, ada penghargaan pemain terbaik, yang berkesempatan berlatih bersama Indra Sjafri.

"Tahun ini hadiah berupa uang pembinaan, kemudian memberikan fasilitas lapangan bola, termasuk biaya latihan. Kepada pelatih dan pemain akan diberikan coaching clinic," tuturnya.

Di kesempatan itu, turut hadir Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri. Menurut pelatih kelahiran Sumatera Barat, kompetisi sepak bola usia muda sangat penting untuk menyiapkan tim nasional masa depan Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya melihat kompetisi usia muda sangat penting. Ini seperti ujian. Tanpa belajar, hasil ujian tak akan berkualitas. Di samping kompetisi, juga diperlukan coaching clining dan peningkatan kualitas pelatih di sekolah," papar Indra. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas