Dejan Antonic Sesalkan Keributan di Lorong
Dejan pun menyesalkan adanya keributan antara ofisial PBR
Editor:
Ravianto
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - LAGA derbi Persib Bandung lawan Pelita Bandung Raya (PBR) sempat diwarnai kericuhan di lorong menuju ruang ganti.
Seusai pertandingan, manajer Persib Umuh Muchtar tampak sempat sewot terhadap CEO PBR Marco Gracia Paulo di pinggir lapangan. Kejadian itu tak berlangsung lama, Marco berlalu dan Umuh menanti pemainnya keluar dari lapangan.
Namun, tiba-tiba terjadi kegaduhan di lorong ke ruang ganti. Ada dorongan terhadap manajer tim tamu, Rawindra Dikta, oleh orang tidak dikenal. Selain itu, arsitek PBR Dejan Antonic tampak diamankan beberapa petugas keamanan. Beberapa orang menggedor-gedor pintu kamar ganti PBR. Kejadian itu berlangsung lebih dari lima menit.
Seusai laga, Umuh mengaku insiden itu lantaran ada asisten pelatih PBR yang sempat bertingkah memancing emosi. "Mungkin, emosi anak-anak terpancing. Saya kewalahan menjaga agar tidak terjadi keributan," ujarnya.
Dalam konferensi pers, pelatih PBR, Dejan Antonic, mengatakan banyak pemain PBR dan Persib yang saling berteman. "Tidak alasan untuk kami bikin orang marah atau masalah. Itu jauh itu. Kami profesional. Laga udah selesai, situasi panas pun berakhir," kata pelatih asal Serbia itu.
Ia pun mengajak semua pihak untuk melupakan insiden itu. "Kalau mau sepak bola Indonesia bagus, ini mesti kita tinggalkan," ujar Dejan. Ia justru memuji Ferdinand Sinaga yang ikut masuk ke ruang ganti tim PBR untuk memberikan jersinya kepada pemain PBR, Doly Gultom.
Dejan pun menyesalkan adanya keributan antara ofisial PBR dengan sejumlah kelompok suporter Persib yang tak dikenal itu. "Saya hanya ingin lihat tim dari Bandung, Persib dan PBR, masuk ke 4 besar. Kalau PBR enggak masuk 4 besar, saya doakan Persib juara liga tahun ini," ujar Dejan.
Bahkan, kata Dejan, timnya siap membantu Persib meraih gelar juara atau lolos empat besar. "Mungkin kami bisa bantu Persib dengan mengalahkan Arema di sini. Tentu kenapa tidak itu," ujarnya. (men/tom/tribun jabar)