Kolombia vs Yordania, Pekerman Cari Pengganti Falcao
Melayani Yordania dalam uji coba, fokus Kolombia adalah bagaimana mereka mencari mesin gol yang sepadan dengan Radamel Falcao
Penulis:
Deny Budiman
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM - Melayani Yordania dalam uji coba di Stadion Pedro Bidegaín, Buenos Aires, Argentina, fokus Kolombia adalah bagaimana mereka mencari mesin gol yang sepadan dengan Radamel Falcao. Ya, tim berjuluk "elang biru" ini mendapat pukulan berat setelah Falcao tak dibawa ke Brasil lantaran masih cedera lutut.
Laga pada Sabtu (7/6) pagi ini menjadi uji coba terakhir mereka sebalum bertarung di Piala Dunia dimana mereka bergabung dengan Pantai Gading, Jepang, dan Yunani. Pelatih Jose Pekerman pastinya dituntut untuk memastikan siapa striker nomor satu yang akan dipakainya pasca-absennya Falcao.
Dan Pekerman punya banyak opsi. Ada lima pemain yang bisa diseleksinya untuk jadi penyrang nomor satu yakni Carlos Bacca, Jackson Martinez, Adrian Ramos, Teofilo Gutierrez, dan Victor Ibarbo. Kecuali Gutierrez yang bermain untuk River Plate dan Ibarbo yang masih meretas jalan sebagai pemain potensial bersama Cagliari, semuanya merupakan perantauan Eropa yang mampu melesakkan lebih dari sepuluh gol untuk tim masing-masing musim lalu.
Dari kelima bomber ini, Gutierrez yang merumput bersama River Plate menjadi kandidat terkuat. Sebelumnya, ia sudah mengemas enam gol saat babak kualifikasi.
Laga saat melawan Senegal yang berakhir 2-2 pada 1 Juni lalu, sepertinya menjadi gambaran akan seperti apa sesungguhnya ide Pekerman di Piala Dunia nanti.
Di laga itu, ia menerapkan formasi 4-3-3. Padahal, biasanya saat masih ada Falcao ia gemar menerapkan 4-4-2. Pekerman mungkin ini menambah ketajaman daya gedor para penyerangnya dengan menempatkan tiga pemain di lini depan.
Mereka yang jadi trisula adalah Bacca, Gutierrez, dan Ibarbo. Kerja-sama dari trisula maut ini sudah mulai terlihat. Ini tampak dari proses gol, dimana Gutierrez menjebol gawang berkat asis dari Bacca. Dan Bacca mengemas gol hasil asis dari Ibarbo.
Pekerman pun seperti melihat secercah harapan dari soliditas lini depannya itu. "Kita semua pasti menangis karena Falcao tak bisa ikut berjuang bersama kita. Tapi, kita harus tetap optimistis. Dan saya melihat harapan untuk tersenyum melihat solidnya para pemain kita," ujar sang pelatih.
Fokus perhatian Pekerman saat ini bukan lah di lini depan akibat Falcao absen, melainkan lini belakang. Belum ada komposisi yang definitif dan sepanjang kuallifikasi kualitas pertahanan Kolombia banyak bersandar pada kecemerlangan penampilan penjaga gawang David Ospina.
Untuk membentengi pertahanan, Pekerman menggunakan dua gelandang bertahan. Saat menyerang, dua bek sayap diberikan izin untuk tampil leluasa maju ke depan. Gelandang serang yang diturunkan juga kerap diminta bermain melebar untuk saling membuka ruang.
Dengan materi seperti itu, Kolombia berharap memupus pencapaian buruk di dua Piala Dunia terakhir yang mereka ikuti. Pada 1994 dan 1998, Kolombia gagal melangkah lebih jauh dari fase grup. Bahkan kegagalan di Amerika Serikat 20 tahun silam lebih menyakitkan.
Datang sebagai salah satu tim favorit, berkat penampilan menjulang di fase kualifikasi, Kolombia gagal memenuhi ekspektasi. Kegagalan itu menyeret mereka kepada tragedi yang menimpa Andres Escobar.
Lawan mereka di uji coba ini, Yordania, mencuri perhatian setelah tampil mengejutkan di kualifikasi Piala Dunia. Namun impian mereka untuk bisa ke Brasil pupus setelah dipecundangi Uruguay di fase playoff intercontinental. Uruguay menang 5-0 di leg pertama di Amman, dan imbang 0-0 di leg kedua.
Bagaimana pun, setidaknya uji coba lawan Yordania bisa jadi kesempatan untuk barisan lini depan memupuk kepercayaan diri dengan mencetak gol sebanyak mungkin sebelum bertarung di laga sesungguhnya di Piala Dunia.
Live On
Bein Sports1
Sabtu (7/6) Pukul 06.00 WIB
Baca tanpa iklan