Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Soepangat, Announcer Pertandingan Persebaya yang Legendaris

Sedikit saja orang yang menguasai sejarah Persebaya dan mengikuti pasang surut prestasi tim kebanggaan arek-arek Suroboyo itu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Ravianto
zoom-in Soepangat, Announcer Pertandingan Persebaya yang Legendaris
miftah faridl/surya
Soepangat (64), eks penyiar Radio Gelora Surabaya (RGS) saat menceritakan perjalanan karir yang melekat erat bersama Persebaya, Rabu (11/6/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - “Ayo rek. Bonek Wetan sing tertib. Ayo ojo rusuh!” Suara itu membahana sampai sudut-sudut Stadion Gelora 10 Nopember.

Suara khas itu mampu meluluhkan hati ribuan bonek. Namun, sudah setahun suara itu tidak berkumandang.

Sedikit saja orang yang menguasai sejarah Persebaya dan mengikuti pasang surut prestasi tim kebanggaan arek-arek Suroboyo itu.

Soepangat (64) adalah satu di antaranya. Melihat konflik mendera Persebaya, mantan penyiar Radio Gelora Surabaya (GRS) ini mengaku trenyuh.

Kakek empat cucu itu ditemui Surya (Tribun Network) saat sedang bersantai di kediaman, Rabu (11/6) siang.

"Ayo mlebu ae,” ujarnya menyilakan Surya masuk rumah di Jl Karanggayam 25, Surabaya, sekitar 100 meter di barat daya mes Eri Irianto, Jl Karanggayam 1 dan berhadapan langsung dengan tembok Stadion Gelora 10 Nopember.

Di ruang tamu terpampang beberapa bingkai foto lawas. Dua di antaranya foto saat Soepangat menjadi announcer pertandingan tinju dan foto kesebelasan Persebaya tempo dulu.

“Sekarang saya sering membantu mahasiswa yang meneliti Persebaya. Banyak mahasiswa datang ke sini untuk minta informasi maupun konsultasi. Ada yang dari arsitektur, broadcasting, sampai kesehatan masyarakat,” papar Soepangat.

Tumpukan buku, album foto, video CD, juga terlihat di beberapa sudut, baik di dalam lemari kaca maupun di atas meja.

Sebagian buku-buku itu bertema olahraga, Sementara tumpukan CD, kebanyakan adalah dokumentasi pertandingan Persebaya.

Satu trofi setinggi kira-kira 30 cm bergambar menara pemancar gelombang, diletakkan di salah satu sudut rak buku.

Trofi penghargaan Life Achievement itu diterimanya dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jatim, saat ia dinilai turut berperan serta dalam memajukan iklim penyiaran di Jatim.

Sejak kepengurusan Persebaya kisruh, Soepangat berhenti menjadi announcer di stadion. Kegiatan sehari-hari diisi dengan menyapu halaman dan sesekali berkunjung ke wisma Eri Irianto.

”Kadang juga diajak arek-arek nonton pertandingan klub internal,” ujarnya.

Soepangat mengaku rindu atmosfer Stadion Gelora 10 Nopember tatkala dipenuhi bonekmania mendukung Persebaya.

Dia sulit menemukan perasaan yang sama di stadion lain. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Konflik merenggut kenangannya.

Meski vakum, hati Soepangat tidak bisa menafikan Persebaya. Dia pun pantang menerima tawaran menjadi announcer pertandingan sepak bola yang selevel dengan Persebaya.

”Hati saya di sini. Jadi, saya pun enggan menerima tawaran dari sana (Persebaya yang bermarkas di Menanggal),” katanya.(id//ben/surya)

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
PERSIB
33
24
6
3
59
22
37
78
2
Borneo FC
33
24
4
5
67
30
37
76
3
Persija
33
21
5
7
62
29
33
68
4
Persebaya
33
15
10
8
56
35
21
55
5
Malut United
33
15
8
10
67
46
21
53
Berita Populer
Atas