Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Kamerun Vs Kroasia, Kans Mendobrak Tradisi Tak Lolos

Kamerun dan Kroasia dihadapkan pada kondisi yang sulit ketika bertarung, besok pagi, di Arena da Amazônia, Manaus

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Sanusi
zoom-in Kamerun Vs Kroasia, Kans Mendobrak Tradisi Tak Lolos
ist
Kamerun vs Kroasia 

TRIBUNNEWS.COM - Kamerun dan Kroasia dihadapkan pada kondisi yang sulit ketika bertarung, besok pagi, di Arena da Amazônia, Manaus. Kedua tim harus sama sama bangkit di pertandingan ini untuk menjaga peluang lolos ke fase knock out.

Hasil di pertandingan pertama bisa menjadi gambaran sampai sejauh mana kedua negara akan melangkah. Sejak pertama kali berpartisipasi di Piala Dunia 1982 di Spanyol, Kamerun hanya sekali meraih kemenangan yakni saat turnamen akbar sepak bola digelar di Italia pada 1990.

Gol semata wayang Omam Biyik mengantarkan negaranya meraih kemenangan bersejarah atas juara bertahan Argentina. Raihan tiga poin di partai perdana memberikan motivasi skuat asuhan pelatih Valeri Nepomniachi. Kamerun ke luar sebagai juara grup B.

Tidak sampai situ, Indomitable Lions melaju hingga ke perempatfinal sebelum takluk atas Inggris dengan skor 2 3 melalui babak perpanjangan waktu. Itu merupakan pencapaian tertinggi wakil asal Afrika sampai saat ini. Kemenangan di pertandingan perdana merupakan yang pertama sekaligus terakhir bagi Kamerun.

Selebihnya, Kamerun seri di pertandingan perdana melawan Peru 0 0 (Piala Dunia 1982 Spanyol), 2 2 Swedia (Piala Dunia 1994 Amerika Serikat), 1 1 Austria (Piala Dunia 1998 Prancis), 1 1 Republik Irlandia (Piala Dunia 2002 Jepang), dan kalah 0 1 Jepang (Piala Dunia 2010 Afrika Selatan).

Apabila tidak meraih kemenangan di pertandingan perdana, Kamerun masih memegang catatan 100 persen tidak lolos ke fase knock out. Sementara, jika menelan kekalahan di pertandingan perdana seperti yang dialami di Piala Dunia 2014, Indomitable Lions berakhir di posisi juru kunci seperti yang dialami empat tahun silam.

Sementara, kondisi yang dialami kubu Kroasia tidak jauh berbeda. Negara pecahan Yugoslavia tersebut telah tiga kali tampil di turnamen akbar Piala Dunia. Mereka menjalani debut di Prancis pada 1998. Tampil sebagai debutan, Davor Suker dkk mampu mengejutkan dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

Kroasia secara meyakinkan menang di dua pertandingan awal dengan skor 3 1 atas Jamaika dan 1 0 atas Jepang. Namun, mereka kalah 0 1 atas tim favorit juara Argentina. Tetapi, pencapaian Vatreni tidak sampai situ. Pelatih Miroslav Blazevic mengantarkan anak asuhnya menempati peringkat ketiga.

Setelah tampil meyakinkan di Piala Dunia 1998, Kroasia tak pernah meraih kemenangan di pertandingan perdana. Di Piala Dunia 2002, takluk 0 1 atas Meksiko, sementara pada gelaran Piala Dunia 2006, Brasil membungkam Kroasia 1 0. Kekalahan di partai pembuka hanya mengantarkan negara tersebut berada di peringkat ketiga grup.

Melihat tradisi tersebut, Pelatih Kroasia, Niko Kovac tetap optimis timnya bisa lolos ke babak berikutnya.

"Kekuatan di grup ini sebenarnya seimbang. Kunci utama adalah kemenangan dari Kamerun dan berharap Brasil imbang atau mengalahkan Cile. Jika itu terjadi, tentu saja partai terakhir menjadi final. Dan saya optimis bisa melampaui itu," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas