Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Kisah Relawan Indonesia di Piala Dunia: Wawancara yang Tak Terduga

Vidyah Payapo, sukarelawan asal Indonesia bercerita tentang awal mula terpilih menjadi wakil Indonesia di pentas sepak bola sejagat

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Yudie Thirzano
zoom-in Kisah Relawan Indonesia di Piala Dunia: Wawancara yang Tak Terduga
dok pribadi
Vidyah Payapo relawan Piala Dunia 2014 asal Indonesia. Sehari-hari Vidyah bertugas sebagai Transpor Stadium Volunteer di Porto Alegre 

Laporan Wartawan Tribunnews, Yudie Thirzano dari Belo Horizonte

TRIBUNNEWS.COM, BELO HORIZONTE - Vidyah Payapo, sukarelawan asal Indonesia bercerita tentang awal mula terpilih menjadi wakil Indonesia di pentas sepak bola sejagat. Untuk menjadi volunteer FIFA, Vidyah mengajukan lamaran secara online pada September 2013. Lalu saat dinyatakan lolos tahap wawancara, pada Oktober 2013, Vidyah sudah mempersiapkan pengetahuan soal sepak bola dan Brasil termasuk soal stadion-stadion. Namun isi wawancara ternyata di luar dugaan Vidyah yang saat itu masih mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional Universitas Paramadina Jakarta.

"Yang wawancara panitia lokal. Aku pikir bakal soal sepak bola dan Brasil. Ternyata soal seperti psikotes yaitu tentang kepemimpinan dan kerja sama tim," kata Vidyah yang lulus kuliah April 2014 lalu. Vidyah bercerita, saat wawancara dia masih di Indonesia, karena prosesnya dilakukan secara online via Skype.

Wawancara itu digelar 22 November 2013. Gadis berusia 23 tahun itu kemudian mengikuti trainning pada pertengahan Desember, juga secara online. "Saat itu aku disuruh baca beberapa bahan soal FIFA, Brasil dan Stadion. Setelah itu ada trainning tahap kedua yang lebih spesifik soal Porto Alegre," kata Vidyah.

Sukses menembus rangkaian seleksi ketat, Vidyah dipanggil berangkat ke Brasil untuk bertugas di Brasil selama 35 hari sejak Juni lalu.Pada 9 Juli Vidyah akan terbang kembali ke Jakarta. Selama di Porto Alegre Vidyah sudah berkeliling di berbagai penjuru kota dan tempat-tempat menarik. Paling berkesan adalah di Mercado Publico Porto Alegre. “Itu semacam pasar rakyatnya, taman utamanya. Lalu ada juga pergi ke tempat cafe-cafe semacam Kemang di Jakarta dan beberapa museum,” kata Vidyah.

Selama menjadi sukarelawan, penginapan dan uang saku sebenarnya menjadi tanggung jawab pribadi. Namun Vidyah beruntung mendapat sponsor dari Pelindo II. Sedangkan soal transportasi semua ditanggung FIFA. Vidyah juga mengungkapkan mendapat kesempatan berkeliling Rio de Janeiro dan Sao Paulo sebelum meninggalkan Brasil. (Tribunnews/ytz)

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
37
25
7
5
69
26
43
82
2
Man. City
37
23
9
5
76
33
43
78
3
Manchester United
37
19
11
7
66
50
16
68
4
Aston Villa
37
18
8
11
54
48
6
62
5
Liverpool
37
17
8
12
62
52
10
59
Berita Populer
Atas