Superskor

Piala Dunia 2014

Bakat dan Pengalaman Akan Jadi Penentu di Perempat Final

Hanya para pemain dengan level tinggi yang bisa beradaptasi dengan momen penuh tekanan seperti saat ini

Penulis: Deny Budiman
Editor: Ravianto
zoom-in Bakat dan Pengalaman Akan Jadi Penentu di Perempat Final
Alexandre Loureiro/Getty Images South America
James Rodriguez 

TRIBUNNEWS.COM, RIO DE JANEIRO - Manajer Chelsea, Jose Mourinho menyebubakat para pemain dan pengalaman tim akan menentukan di fase gugur Piala Dunia 2014.

Hanya para pemain dengan level tinggi yang bisa beradaptasi dengan momen penuh tekanan seperti saat ini. Itu sebabnya kenapa Jerman, seperti juga Brasil, dan Argentina, selalu menapaki fase minimal perempatfinal, atau bahkan sampai final di turnamen besar. Itu karena mereka punya para pemain dengan talenta bagus," katanya.

Dari sisi rangking FIFA, komposisi peserta perempatfinal sendiri sudah menjadi kejutan tersendiri mengingat hanya empat tim yang masuk dalam sepuluh besar yang lolos ke fase ini. 

Mereka adalah Jerman (peringkat 2), Brasil (3), Argentina (5), dan Kolombia (8). Empat tim lain di luar 10 elite versi FIFA yakni Belgia (11), Belanda (15), Prancis (17), dan Kosta Rika (28). 

Dan nyaris tak ada tim yang lolos dengan jalan mudah. Ini menunjukkan tak ada tim yang kualitasnya benar-benar digjaya di turnamen kali ini. Tuan rumah Brasil susah payah mengalahkan Cile lewat drama adu penalti. Jerman pun harus berjuang lewat babak perpanjangan waktu untuk menaklukkan Aljazair 2-1.

Argentina pun demikian. Mereka nyaris dipermalukan Swiss hingga harus melalui babak perpanjangan waktu. Hanya berkat kehandalan Angel di Maria di tiga menit jelang bubaran, tim Tango akhirnya lolos. Belgia juga harus memeras keringat dengan menempuh perpanjangan waktu sebelum menekuk Amerika Serikat 2-1.

Prancis harus menunggu sampai menit 80 untuk membobol gawang Nigeria, ditambah gol bunuh diri Yoseph Yobo di menit 91 untuk unggul 2-0.

Jalan Kosta Rika ke perempatfinal mungkin paling dramatis. Mereka kehilangan bek Oscar Duarte di menit 60, namun bisa bertahan mengimbangi Yunani sampai babak perpanjangan waktu, untuk kemudian menang lewat adu penalti.

Belanda juga menempuh cara dramatis saat menggulingkan Meksiko 2-1. Sempat tertinggal 0-1, mereka akhirnya bisa berbalik unggul di tujuh menit waktu tersisa. Gol Wesley Sneijder menit 88, dan Klaas Jan Huntelaar menit 94 membuat para pendukung Meksiko menangis darah. 

Dari delapan tim yang lolos ke delapan besar, bisa dibilang hanya Kolombia yang langkahnya relatif lempang. Dua gol penyerang muda yang sedang naik daun, James Rodriguez di menit 28 dan 50 sudah cukup menyingkirkan Uruguay yang lemas tanpa Luis Suarez yang terkena hukuman.

Pemenang Brasil kontra Kolombia, dan Prancis lawan Jerman akan bertemu di babak semifinal di Belo Horizonte pada Rabu (9/7). Sedang pemenang Kosta Rika kontra Belanda, dan Argentina versus Belgia akan bertarung sehari kemudian di Sao Paolo.

Sebenarnya, mengacu pada perjalanan masing-masing tim ke delapan besar ini, langkah Kolombia terbilang paling impresif dari kontestan lain. Tapi mereka akan menghadapi pertempuran sesungguhnya saat bertemu tuan rumah Brasil, Sabtu (4/7) dini hari.

Jika bisa mengatasi tantangan sangat berat itu, rasanya semua sepakat bahwa tim berjuluk  Los Cafeteros alias "si pembuat kopi” ini sangat pantas untuk difavoritkan menjadi juara di Piala Dunia kali ini.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
19
16
2
1
45
11
29
50
2
Manchester City
20
14
3
3
53
14
33
45
3
Newcastle
20
10
9
1
33
11
22
39
4
Manchester United
20
12
3
5
32
20
7
39
5
Tottenham
21
11
3
7
40
21
9
36
© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas