Tragedi Sevilla 32 Tahun yang Lalu hantui Timnas Prancis di Piala Dunia 2014
Impian mereka untuk lolos ke final sebenarnya sudah di depan mata. Tapi Jerman telah menguburnya yang membuat Michael Platini dkk meradang.
Editor:
Dewi Pratiwi
TRIBUNNEWS.COM - Menghadapi Jerman pada perempat final Piala Dunia 2014, Jumat (4/7/2014), Prancis dihantui tragedi di Sevilla 32 tahun silam pada semifinal Piala Dunia 1982 di Spanyol. Saat itu Les Blues benar-benar tidak beruntung untuk meraih mimpi mereka lolos ke final.
Sepak bola Prancis tidak akan pernah melupakan tragedi yang terjadi di Ramon Sanchez Pizjuan tersebut. Impian mereka untuk lolos ke final sebenarnya sudah di depan mata. Tapi Jerman telah menguburnya yang membuat Michael Platini dkk meradang.
Saat itu Prancis memiliki rekor yang lebih baik dengan memetik dua kemenangan dan satu kali imbang di penyisihan grup. Sebaliknya Jerman saat itu hanya memetik satu kemenangan dengan dua hasil imbang tanpa gol.
Prancis yang diperkuat bintang mereka, Platini mendominasi di awal laga. Peluang terbuka ketika kapten Les Blues itu memberikan umpan indah di depan gawang pada Patrick Battiston. Tapi kemudian kiper Jerman Harald Schumacher menghadang Battison yang membuat bek Les BLues itu terjatuh dan langsung tak sadarkan diri.
Akibat insiden itu Battiston mengalami patah pada tulang rusuknya dan juga kehilangan dua giginya. Ia juga mendapat pertolongan intensif dengan oksigen setelah selama 30 menit masih pingsan.
Pelatih Prancis saat itu Michel Hidalgo geram dengan kepemimpinan wasit yang sama sekali tidak memberikan hukuman pada kubu Jerman. Tidak ada tendangan penalti, bahkan Schumacher juga tidak diganjar kartu merah.
"Tidak ada reaksi dari dia dan mukanya pun sangat pucat," ungkap Platini yang mengira rekan satu timnya itu tidak bisa diselamatkan lagi.
Setelah insiden itu Jerman kemudian mencetak gol melalui Pierre Littbarski dan Platini menyamakan skor di babak pertama. Laga harus dilalui dengan adu penalti setelah pada perpanjangan waktu skor kembali imbang dengan tambahan dua gol dari kedua tim.
Drama adu penalti menjadi semakin menegangkan ketika skor kembali imbang saat memasuki tendangan keenam. Di akhir eksekusi penalti, dewi fortuna lebih memihak pada Jerman ketika tendangan Hurst Hubersch menjebol gawang Prancis dan tendangan Maxime Bossis gagal menembus gawang Jerman.
Dengan skor 5-4 dalam adu penalti untuk Jerman membuat Prancis harus melupakan mimpi mereka lolos ke final dan menjadi juara untuk pertama kalinya. Sedangkan bagi Jerman, Der Panzer akhirnya juga gagal merebut gelar juara ketiga kalinya setelah keok dari Italia 1-3 di laga final.
Mimpi buruk Prancis kembali berlanjut pada Piala Dunia berikutnya 1986. Lagi-lagi di semifinal, Les Blues menelan kekalahan dari Jerman dengan skor 0-2 melalui gol dari Andrea Brehme dan Rudi Voller.
Baca di Koran Super Ball, Kamis (3/7/2014)