Kiper Apoel FC Ini Jebolan Barcelona
Pardo pernah selama delapan tahun bersama Barcelona. Usianya saat itu masih 16 tahun sebelum kemudian ia menjajal karier di berbagai negara.
Editor:
Dewi Pratiwi
TRIBUNNEWS.COM - Laga tandang ke Nou Camp menantang Barcelona akan menjadi sangat spesial untuk Urko Rafael Pardo. Kiper gaek berusia 31 tahun ini akan kembali ke bekas klubnya, tempat ia menimba ilmu di masa belianya dulu.
Pardo pernah selama delapan tahun bersama Barcelona. Usianya saat itu masih 16 tahun sebelum kemudian ia menjajal karier di berbagai negara, termasuk bermain untuk Olympiakos dan kini telah tiga musim bersama Apoel FC.
Bertandang ke Nou Camp menantang Barcelona di ajang Liga Champions, Kamis (18/9/2014), Pardo tetap percaya diri. Ia tak ngeri menghadapi pemain-pemain kelas dunia yang dimiliki klub raksasa Catalan itu.
"Kami telah lolos kualifikasi dan kami mencoba untuk mendapatkan hasil imbang. Kami mempunyai pengalaman di laga Eropa dan kami yakin, bisa mendapatkan hasil bagus di Nou Camp," ucap Pardo.
Di babak kualifikasi Pardo dkkk berhasil mengatasi wakil dari Filandia HJK Helsinki dan tim elite Denmark Aalborg. Berstatus bukan tim unggulan, Apoel FC ingin buat kejutan di Nou Camp.
"Kami adalah tim dengan pemain-pemain pekerja keras. Tim yang siap memberikan segalanya di lapangan. Sebagian dari kami berpengalaman berlaga di Eropa dan sekarang kami siap berlaga," tegas Pardo.
Mantan pemain El Barca lainnya, Thomas Cristiansen memperingatkan El Barca untuk tidak meremehkan APOEL. Cristiansen kini menukangi klub dari Siprus AEKA Lamaca. Sebagai sesama klub dari Siprus, pelatih yang pernah lima tahun (19991-1996) bermain untuk El Barca mengetahui persis kekuatan yang dimiliki salah satu pesaing mereka itu.
Menurutnya, Apoel FC yang kini ditukangi Giorgios Donis memiliki barisan bertahan yang kuat yang belum kebobolan dalam tiga laga terakhir. Mereka memiliki tiga penyerang, Vinicius, Aloneftis, dan Manduca yang bisa menjadi ancaman.
"Saya yakin, mereka akan menggunakan formasi 4-4-2. Mereka tidak mempunyai banyak peluang untuk menekan di depan, paling tidak itu yang akan dilakukan melawan Barca. Kenyataannya, mereka melakukan itu saat menghadapi kami," ungkap Cristiansen.
"Saya memprediksi, mereka akan ketat di belakang untuk menghentikan bola El Barca di lini tengah. Itulah mengapa saya berpikir, El Barca harus mendapatkan bola-bola cepat dari sisi sayap," lanjut pelatih yang juga pernah bermain untuk Villarreal.
Baca di Koran Super Ball, Rabu (19/9/2014)
Baca tanpa iklan