Gabriel Obertan, Sang Pembuka Harapan
Setelah hanya mengumpulkan tujuh poin dari tujuh pertandingan tanpa sekalipun meraih kemenangan di Premier League
Penulis:
Glery Lazuardi
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, NEWCASTLE - Newcastle United secara perlahan namun pasti mulai keluar dari krisis yang menimpa. Setelah hanya mengumpulkan tujuh poin dari tujuh pertandingan tanpa sekalipun meraih kemenangan di Premier League, akhirnya tim berjuluk The Magpies meraih tiga poin pertama di kompetisi musim 2014-2015.
Tim berjuluk The Magpies mengalahkan Leicester City, 1-0 di St. James’ Park, Sabtu (18/10). Adalah Gabriel Obertan pencetak gol semata wayang di laga itu. Kemenangan ini memberikan harapan bagi skuat asuhan Alan Pardew untuk bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Atas hasil ini, The Toon menempati posisi ke-18 dengan koleksi tujuh poin atau hanya terpaut satu poin untuk dapat lepas dari zona degradasi. Sedangkan, The Foxes, julukan Leicester City, menempati posisi ke-13 dengan koleksi sembilan poin.
Gol di menit ke-71 itu tercipta secara spektakuler. Tim tuan rumah melakukan serangan balik, Papiss Demba Cisse memberikan bola kepada Obertan, striker asal Prancis itu menusuk ke area pertahanan sebelum melakukan tendangan keras yang tak mampu dibendung kiper Kasper Schmeichel.
Bagi pemain berusia 25 tahun itu gol ini sangat spesial, sebab ini merupakan torehan pertama di Premier League sejak membuat sebuah gol yang mengantarkan The Magpies menang 2-0 atas Blackburn Rovers pada 1 Februari 2012.
Manajer Newcastle United, Alan Pardew, telah membuat keputusan tepat memasang Obertan sebagai starter. Ini merupakan kedua kali dari empat pertandingan, pemain yang mengawali karier di FC Girondins de Bordeux itu tampil sejak menit pertama.
“Gabby (Gabriel Obertan,-red) adalah pemain yang anda pilih di tempat latihan setiap hari. Ini adalah tentang mentransfer untuk permainan. Dan ketika dia melakukannya, dia bisa menjadi kekuatan nyata. Kita perlu menjaga keyakinan dalam dirinya,” ujar Pardew di situs chroniclelive.
Ya, kepercayaan diri memang dibutuhkan pemain yang digadang-gadang bakal menjadi striker tersukses saat diboyong Manchester United dari Bordeaux pada musim 2009-2010 itu. Gabby, begitu pemain tersebut biasa disapa, mengalami masa sulit di Inggris.
Pada musim perdana membela The Red Devils, julukan Manchester United, Obertan hanya tampil di tujuh pertandingan, sama halnya, pada musim kedua. Jaranganya kesempatan bermain diberikan karena anak dari pasangan Cristina Obertan dan Sully Obertan itu sering menderita cedera.
Setelah hanya dua musim bertahan di Old Trafford, akhirnya pada musim 2011-2012, Obertan dilepas ke Newcastle United dengan harga murah, yakni 3,4 juta euro atau sekitar Rp 52 miliar. Gabby mengalami masa fantastis saat mengantarkan The Magpies menempati posisi kelima.
Sayang, penampilan cemerlang pada musim perdana dengan bermain sebanyak 23 kali tak mampu dipertahankan. Kembali, Obertan mengalami cedera panjang yang membuatnya harus lama absen. Pada musim 2012-2013 hanya bermain 14 kali, sedangkan pada musim lalu hanya tiga kali.
Namun, dengan kembalinya dia bermain secara reguler di tim dan ditambah kepercayaan diri setelah mencetak gol ke gawang Leicester City, membuat pemain jebolan timnas Prancis U-21 itu optimistis menghadapi pertandingan-pertandingan ke depan.
“Saya berharap ini adalah kebangkitan. Saya telah bekerja cukup keras selama musim panas dan aku terus percaya pada diriku sendiri. Saya memiliki kesempatan dan aku siap untuk meraihnya,” ujar Gabriel Obertan.