Robin Van Persie Jawab Kritikan Publik tetang Jabatan Kapten Timnas
Mantan pemain Arsenal itu mengatakan, dia tetap akan mengemban tanggung jawab sebagai kapten Timnas Belanda.
Editor:
Dewi Pratiwi
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Robin van Persie mendapat jabatan sebagai kapten Timnas Belanda pada tahun 2013 lalu. Dia ditunjuk oleh Pelatih Timnas Belanda kala itu, Louis van Gaal, dan berhasil membawa Pasukan Oranye mencapai babak semifinal Piala Dunia Brasil.
Akan tetapi, penampilan buruk Timnas Belanda di putaran Grup A kualifikasi Piala Eropa, kalah dari Islandia dan Ceska, membuat publik mengkritik pemain gelandang Manchester United itu. Mereka menganggap pemain yang akrab disapa dengan inisial RVP itu tak layak menyandang ban kapten Timnas Belanda dan menuntut agar dia melepaskan jabatan itu.
Para kritikus menilai, posisi kapten timnas membuat pemain berusia 31 tahun itu kelebihan beban tanggung jawab, dan melupakan tugas utamanya sebagai striker, mencetak gol.
Dalam wawancara dengan Goal.com, RVP menjawab berbagai kritik itu. Mantan pemain Arsenal itu mengatakan, dia tetap akan mengemban tanggung jawab sebagai kapten Timnas Belanda.
"Setiap orang boleh punya opini. Itulah dunia di mana kita tinggal sekarang ini. Belanda adalah negara dengan kebebasan pendapat, dan makin keras dari hari ke hari. Trennya memang seperti itu, dan saya harus menghadapinya," ujarnya.
Menurut Van Persie, dia dipilih sebagai kapten Timnas Belanda oleh Louis van Gaal berdasarkan kemampuannya. Dan, di bawah pelatih baru Guus Hiddink, dia juga masih dipercaya atas posisi itu begitu pula rekan-rekannya dalam skuad Oranye.
"Saya merasa berada di tengah-tengah kelompok yang mendukung. Kritik tidak melukai saya, karena saya mendapatkan apresiasi dari orang-orang yang paling berhak memberikan penilaian," ujarnya.
Meski begitu, Van Persie mengakui, hasil buruk pada putaran Grup A kualifikasi Piala Eropa bukan tak membebani pikirannya, dan para pemain Timnas Belanda. Namun, sebagai pemain dia hanya bisa berusaha untuk memperbaiki penampilan pada laga berikutnya.
"Situasi itu sangat menyakitkan. Semua pemain merasa bertanggung jawab akan hal itu, tapi itu tak ada kaitannya dengan menjadi kapten. Kami tim pemenang dan seharusnya menang, itulah yang akan kami usahakan saat menjalani laga persahabatan melawan Meksiko Kamis besok dan lanjutan putaran grup kualifikasi Piala Eropa melawan Latvia, Minggu mendatang," ujarnya.
Baca di Koran Super Ball, Rabu (12/11/2014)