Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kiper Masih Dianggap Pelengkap Tim

Padahal posisi penjaga gawang itu memiliki peran penting dan membutuhkan porsi latihan khusus dan berbeda dengan pemain lapangan.

Kiper Masih Dianggap Pelengkap Tim
Berita Kota Super Ball - Eko Priyono
Pelatih kiper timnas Indonesia U-19 Jarot Supriadi. 

Laporan Wartawan Harian Super Ball, Syahrul Munir

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Mantan pelatih kiper Tim Nasional Indonesia U-19 Jarot Supriadi mengatakan pertumbuhan sekolah sepak bola (SSB) di berbagai kota/provinsi mulai marak.

Pertumbuhan SSB ini menjadi keuntungan tersendiri dalam pembinaan terutama soal regenerasi pemain usia muda. Sayang, dalam prakteknya SSB membutuhkan polesan agar menghasilkan bibit baik.

"SSB sudah menjamur sekarang. Hanya saja, dalam prakteknya masih perlu sedikit dibina," ujar Jarot Supriadi kepada Harian Super Ball.

Jarot mengatakan beberapa SSB khususnya yang membina  usia 12 tahun ke bawah (U-12) memeraktekan latihan yang kurang tepat sehingga membuat siswanya jenuh dan meninggalkan lapangan.

Seperti terlalu berlebihan memberikan instruksi sehingga siswa bermain tidak nyaman. "Harusnya di usia itu pelatih mengarahkan sesuai kesenangan anak. Jadi biarkan dia bermain sesuai seleranya, pelatih sekedar memberi instruksi saja," ujarnya.

Selain itu, beberapa SSB yang mengaggap posisi kiper sebagai pemain pelengkap. Padahal, kata dia posisi penjaga gawang itu memiliki peran penting dan membutuhkan porsi latihan khusus dan berbeda dengan pemain lapangan.

"Posisi kiper ada yang memandang sebelah mata sehingga latihannya masih digabung dengan pemain lain. Tapi tak sedikit juga yang sudah latihan terpisah," ujarnya.

Penulis: Syahrul Munir
Editor: Dewi Pratiwi
Sumber: Super Skor
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas