Andi Darussalam: Terbentuknya Tim Transisi Bikin Sanksi FIFA Tak Terhindarkan
Nada pesimistis Tim Transisi bentukan Menpora Imam Nahrawi ini mampu berjalan dengan baik muncul dari berbagai pihak.
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
TRIBUNNEWS.COM - Keputusan Menpora Imam Nahrawi membentuk Tim Transisi yang berjumlah 17 orang, pada Jumat (8/5/2015) di Kantor Kemenpora, Jakarta, sudah bulat.
Tim tersebut diharapkan mampu menjalankan fungsi dan tugas PSSI yang sudah dibekukan oleh Menpora Imam Nahrawi sejak 17 April lalu.
Namun nada pesimistis Tim Transisi bentukan Menpora Imam Nahrawi ini mampu berjalan dengan baik muncul dari berbagai pihak. Andi Darussalam Tabusalla, mantan manajer timnas justru menyesalkan terbentuk tim ini.
“Saya menyesalkan adanya Tim Transisi ini. Inilah sesuatu yang tidak diinginkan oleh FIFA. Saya kira sanksi untuk Indonesia tidak bisa lagi dihindari. Kalau hal itu benar-benar terjadi, maka akan menjadi pertarungan yang panjang di sepak bola kita. Saya yakin PSSI juga tidak akan mundur, sementara Menpora atau pemerintah tetap pada keputusannya. Yang rugi jelas sepak bola nasional,” ungkap Andi Darussalam Tabusala, yang juga pernah menduduki posisi sebagai Presiden Komisaris PT Liga Indonesia.
“Dengan segala hormat terhadap semua anggota Tim Transisi, saya melihat sanksi FIFA sebagai hal yang tidak kita harapkan dan yang juga kita harapkan, akan membunuh sepak bola kita,” ungkap Andi Darussalam Tabusalla.
Tokoh sepak bola asal Makassar ini lebih berharap jika penyelesaian sengketa antara PSSI dan Menpora itu lebih mengedepankan dialog antara kedua belah pihak.
“Jangan sampai kita justru terpecah-pecah dan akhirnya hanya mencari menang dan kalah dalam perseteruan ini,” ungkap Andi Darussalam Tabusalla.