Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Indra Sjafri: Pemain Boleh Main Tarkam Asal Jangan

Penyerang sayap Bali United Pusam, Bayu Gatra Sanggiawan, mengaku mengikuti tarkam di kampung halamannya setelah mendapat banyak tawaran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Indra Sjafri: Pemain Boleh Main Tarkam Asal Jangan
Tribun Kaltim/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Pesepak bola Putra Samarinda (Pusam), Bayu Gatra Sanggiawan melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Perseru Serui dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (9/2/2014). Tim tuan rumah Pusam berhasil menggunduli tamunya dengan skor 5-0 melalui gol hattrick Ilija Spasojevic serta gol Bayu Gatra dan Pavel Solomin. (TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO) 

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Bali United Pusam Indra Sjafri membebaskan pemainnya bila ada yang memilih sepak bola antar kampung (tarkam) untuk mengisi waktu libur latihan. Tetapi Indra mewanti-wanti para pemainnya agar lebih berhati-hati agar tidak cedera.

Eks-pelatih Timnas Indonesia U-19 ini menilai positif terkait pertandingan tarkam. Dalam pikiran pelatih asal Padang ini, tarkam juga bisa memberikan manfaat bagi para pemainnya.

"Kan bagusnya juga mereka (pemain) bisa latihan, asal jangan cedera," ujarnya kepada Tribun Bali.

Namun, khusus pemain Bali United, setelah masa libur latihan selesai mereka akan kembali fokus pada rutinitas latihan. Dengan demikian, sangat kecil kemungkinan ada pemain yang berpikir untuk ikut tarkam setelah semuanya berkumpul.

"Tanggal 22 Juni sudah kumpul lagi. Jadi peluang pemain tarkam kecil lah," tutur dia.

Sebelumnya, penyerang sayap Bali United Pusam, Bayu Gatra Sanggiawan, mengaku mengikuti tarkam di kampung halamannya setelah mendapat banyak tawaran.

"Saat di kampung banyak tawaran main tarkam. Saya main tarkam, Selasa (16/6/2015) di Jember. Saya dibayar Rp 2 juta" kata Bayu.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut dia, seorang pemain yang memutuskan tampil di tarkam harus banyak pertimbangan karena risiko cedera bisa datang dari lapangan, dan lawan tanding. Bayu menyadari hal itu, tetapi dia memilih bermain tarkam karena penghasilan bermain di liga profesional tidak bisa memenuhi semua kebutuhannya dan keluarga.

"Saya main tarkam untuk membiayai sepeda motor bapak saya," kata Bayu.

Ia mengakui sangat was-was main tarkam karena trauma cedera lutut yang pernah dialami. Akan tetapi kondisi sepak bola Indonesia saat ini memaksa Bayu menjalani liga tarkam.

"Kalau lapangan keras tentunya kaki kita gampang cedera. Belum lagi lawannya juga main keras."

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
PERSIB
34
24
7
3
59
22
37
79
2
Borneo FC
34
25
4
5
74
31
43
79
3
Persija
34
22
5
7
65
29
36
71
4
Persebaya
34
16
10
8
61
35
26
58
5
Bhayangkara FC
34
16
5
13
53
45
8
53
Berita Populer
Atas