Timnas Amerika Serikat Punya Kepentingan Besar di Gold Cup 2015
Amerika Serikat memiliki kepentingan besar untuk menjuarai Gold Cup 2015 demi memuluskan langkah mereka berlaga di Piala Konfederasi 2017 di Rusia.
Penulis:
Danang Setiaji Prabowo
Editor:
Husein Sanusi
TRIBUNNEWS.COM - Turnamen Gold Cup tahun ini menjanjikan kompetisi yang menarik. Amerika Serikat memiliki kepentingan besar untuk menjuarai Gold Cup 2015 demi memuluskan langkah mereka berlaga di Piala Konfederasi 2017 di Rusia.
Sedangkan Meksiko, juga memiliki ambisi yang sama sehingga mereka bertekad menjuarai Gold Cup tahun ini agar bisa mengikuti babak play off melawan Amerika Serikat demi menjaga asa lolos ke Piala Konfederasi 2017.
Seperti diketahui, Amerika Serikat merupakan juara Gold Cup 2013. Karenanya juara Gold Cup tahun ini akan berhadapan dengan Amerika Serikat dan pemenangnya akan mewakili zona Concacaf di Piala Konfederasi. Jika Amerika Serikat kembali keluar sebagai juara Gold Cup tahun ini, anak asuh Jurgen Klinsmann tentu tak harus bersusah payah mengikuti babak play off karena sudah otomatis lolos.
Pertanyaannya saat ini, seberapa tangguh skuad Amerika Serikat menjaga peluang menjuarai Gold Cup 2015 dan menjauhi rival utamanya seperti Meksiko dan kuda hitam Kosta Rika? Dua tahun lalu, Amerika Serikat boleh dibilang menjuarai Gold Cup tanpa menemukan hambatan berarti. Pasalnya saat itu kompetisi berlangsung saat negara-negara lain fokus pada kualifikasi Piala Dunia.
Tim Paman Sam kali ini berada di grup A, yang boleh dibilang bukan grup maut, bersama Panama, Honduras, dan Haiti. Amerika Serikat diprediksi bisa melenggang mulus dari babak penyisihan grup dan juga menjadi favorit saat menjalani babak knock out. Skuad yang dibawa Klinsmann dalam kompetisi ini memang full power.
Pelatih asal Jerman itu masih membawa nama lama yang sudah berpengalaman seperti Michael Bradley, Jozy Altidore, Clint Dempsey, dan kembalinya bintang Piala Dunia seperti DeAndre Yedlin serta Fabian Johnson. Klinsmann pun menekankan pentingnya membawa pemain berpengalaman di turnamen sekelas Gold Cup.
“Bermain di Gold Cup, terutama di wilayah kami, pengalaman sangat berarti. Kamu membutuhkan pemain yang bisa tetap tenang dalam keadaan yang sangat emosional, sangat sulit, dan pertandingan yang sangat ketat. Saya pikir pengalaman pemain seperti Brad Guzan, Michael Bradley, Clint Dempsey, Chris Wondolowski, dan Nick Rimando akan membawa pengalaman kepada mereka agar tetap tenang dan menyelesaikan tugas,” ujar Klinsmann seperti dilansir US Soccer.
Dari nama-nama tersebut, beberapa di antaranya berstatus sebagai pemain kunci. Michael Bradley merupakan jangkar lini tengah dan sudah membuktikan kualitasnya saat bertualang ke sejumlah klub Eropa seperti Borussia Monchengladbach, Aston Villa, Chievo, dan AS Roma.
Lini depan Amerika Serikat juga akan menjadi perhatian setelah kembalinya Jozy Altidore dari cedera hamstring. Jika Altidore kembali ke performa terbaiknya, dia bisa menjadi ancaman serius bagi lini belakang lawan.
Kemampuan Altidore mencetak gol dan bermain sebagai target man belum tergantikan di skuad Klinsmann, seperti yang terlihat saat Piala Dunia. Faktor kebugaran akan menjadi hal penting bagi Altidore untuk menjaga performanya tetap berada di puncak.
Posisi Altidore di lini depan akan didukung striker veteran Amerika Serikat, Clint Dempsey, yang baru-baru ini membuat sensasi kala merusak notebook wasit saat pertandingan US Open Cup pada 16 Juni lalu.
Lini depan Amerika Serikat juga akan didukung oleh Gyasi Zardes, pemuda 23 tahun yang baru-baru ini membuktikan kualitasnya sebagai gelandang serang. Zardes sebelumnya turut mencetak gol saat melawan Belanda ketika memaksimalkan umpan silang Fabian Johnson. Gol itu merupakan gol internasional pertamanya.