Persegres Hanya Siapkan Dana Rp 1 Miliar untuk Piala Indonesia Satu
"Ini berbeda dengan kompetisi ISL, yang pasti menyedot dana besar. Kalau turnamen PIS, event hanya sekitar sebulan saja,"
Editor:
Husein Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - Memastikan diri ikut turnamen Piala Indonesia Satu (PIS) yang dipromotori Mahaka Sports, Persegres Gresik United pun mulai mempersiapkan finansialnya.
Ini terlihat dengan kebutuhan dana sekitar Rp 1 miliar, untuk ikut turnamen mandiri ini.
Sekretaris Persegres Gresik United, Hendri Febry menguraikan, pihaknya memang masih menyusun anggaran belanja untuk keikutsertaan di turnamen ini.
Namun karena melihat event ini sifatnya turnamen, maka kebutuhan dana yang dikeluarkan tak banyak.
"Ini berbeda dengan kompetisi ISL, yang pasti menyedot dana besar. Kalau turnamen PIS, event hanya sekitar sebulan saja," ujarnya kepada Surya, Rabu (8/7).
Dijelaskan, untuk turnamen ini, pihaknya hanya membutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar. Kebutuhan dana ini untuk membayar gaji pemain-pemain selama ikut turnamen ini.
Kebutuhan dana ini sangat kecil, dibandingkan ketika Laskar Joko Samudro ikut kompetisi ISL 2015, yang mencapai Rp 18-20 miliar.
"Turnamen PIS ini beda dengan ISL. Kebutuhan dananya hanya untuk bayar gaji pemain selama sebulan. Kalau ISL kan kompetisinya panjang," paparnya.
Adapun kebutuhan dana sebesar Rp 1 miliar ini, kemungkinan tak keluar dari kas klub sendiri.
Pihaknya berharap sebagian pemasukan dari subsidi yang diberikan Mahaka Sports.
Sesuai janji dari Mahaka saat pertemuan dengan tim-tim ISL di Jakarta, promotor itu akan memberi subsidi hingga Rp 500 juta di babak penyisihan.
Jika lolos ke babak berikutnya, maka ada tambahan Rp 250 juta.
"Maka dari itu, jika ada subsidi Rp 500 juta, maka sisanya bisa kami cari dari sponsor. Kami sedang bersiap untuk mencari sponsor," pungkasnya.