Pemain Arema Hengkang karena Gaji Kecil
Berbeda dengan saat mengikuti turnamen Piala Presiden, manajemen Arema memberi kebebasan pada pemain untuk mengikuti pertandingan
Editor:
Husein Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Tim Arema Cronus kembali siap menghadapi pertandingan lanjutan berupa laga persahabatan pasca melakoni rangkaian pertandingan di turnamen Piala Presiden.
Berbeda dengan saat mengikuti turnamen Piala Presiden, manajemen Arema memberi kebebasan pada pemain untuk mengikuti pertandingan dengan tim pengundang kali ini.
Beberapa pemain dipastikan tidak bisa bergabung dalam tim ketika Arema menjalani laga persahabatan nanti.
Selain duo pemain Afrika yang telah habis kontraknya, beberapa pemain inti Arema dikabarkan juga tidak bisa ikut bertanding karena pulang kampung.
General Manager Arema Cronus, Ruddy Widodo membenarkan kemungkinan komposisi pemain Arema yang terancam tidak lengkap saat menjalani laga persahabatan.
Kondisi perekonomian lagi-lagi yang membuat pihak manajemen membuat kebijakan lebih longgar pada kewajiban pemain.
"Untuk pertandingan mendatang kami memang memilih bersikap fair pada pemain.Kami sampaikan apa adanya. Karena ini laga persahabatan ya bisa dibilang kami lagi ngamen, jadi hasil yang didapat ya hasil bagi-bagi bersama, nah itu yang kami serahkan ke pemain," terang Ruddy pada suryamalang.com.
Pihak manajemen Arema akan bisa memaklumi bila ada pemain yang telah pulang kampung nantinya tidak bisa ikut dalam pertandingan persahabatan.
Karena bersifat pertandingan persahabatan, manajemen Arema memberikan sedikit kelonggaran bagi para pemain yang mengajukan izin.
"Mereka kan bisa berhitung sendiri, kalau kembali ke Malang berapa biayanya, kebanyakan para pemain sekarang kan lagi di rumah masing-masing, memang mereka masih mendapat gaji tapi kalau yang tinggalnya jauh, di luar pulau ya tentunya kami coba sama-sama memahami," tambah Ruddy.
Meskipun memberi kebebasan bagi para pemain dan bisa mengizinkan pemain yang nantinya memilih absen, manajemen Arema tetap berharap semua pemain bisa kembali bergabung.
Bersatunya kembali semua pemain Arema tentunya juga bisa menghadirkan kekuatan tim.
"Tim yang mengundang dan suporter setempat tentunya berharap Arema bisa tampil fullteam, kami minta para pemain juga memahami hal itu. Di samping itu, kebersamaan tim Arema selama persiapan dan menjalani laga persabahatan pasti juga akan bermanfaat ketika turnamen besar yang dijanjikan presiden benar-benar diselenggarakan November nanti," tambah Ruddy.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Singo Edan telah menerima tantangan dua tim yakni Martapura FC dan Persis Solo untuk menjalani pertandingan persahabatan. Pertarunga melawan Martapura FC dijadwalkan pada 31 Oktober mendatang. Sedangkan pertandingan melawan Persis Solo diagendakan pada 8 November 2015.
Tim pelatih Arema sudah menginstruksikan pada para pemain untuk kembali berlatih guna menghadapi dua pertandingan itu. Latihan perdana Arema setelah libur beberapa hari itu akan dijalankan Kamis (22/10/2015).
"Semua pemain sudah kami informasikan, kamis ini kami kembali latihan, di latihan pertama ini nanti kami bicaraka bersama bagaimana rencana-rencananya menghadapi pertandingan persahabatan dan turnamen nanti," kata Joko Susilo, pelatih Arema.