Bomber Targetkan Stadion, Penonton Bersorak di Ledakan Pertama Karena Mengira Kembang Api
Penonton di Stade de France sempat bersorak ketika bom meledak pada menit ke-17 pertandingan lantaran disangka sebagai nyala kembang api
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Jalu Wisnu Wirajati/Juara.net
TRIBUNNEWS.COM - Stadion Stade de France saat melangsungkan laga Timnas Prancis dan Timnas Jerman di Stade de France dipastikan menjadi satu di antara target bomber teror di Paris Jumat (13/11/2015).
The Wall Street Journal melansir, bomber punya tiket laga yang menjadi ajang pemanasan kedua tim tesebut jelang Piala Eropa 2016.
Seorang petugas keamanan bernama Zouheir mengatakan pelaku serangan diketahui memakai rompi berbahan peledak dan mencoba masuk ke stadion saat laga sudah berlangsung 15 menit.
Namun, lantaran sebelum memasuki area stadion diadakan penggeledahan oleh pihak keamanan, si pelaku memilih menjauh dan kemudian meledakkan diri.
Selang tiga menit, pelaku kedua juga meledakkan bom di luar stadion. Pihak kepolisian kemudian mengonfirmasi, ledakan ketiga terjadi di dekat sebuah restoran cepat saji dan menewaskan satu orang warga sipil.
Ledakan itu terdengar pada babak pertama pertandingan. Sebagian penonton di Stade de France sempat bersorak ketika bom meledak pada menit ke-17 pertandingan lantaran disangka sebagai nyala kembang api yang jamak pada laga sepakbola.
Sesaat setelah ledakan pertama, pihak keamanan langsung berkomunikasi soal rencana mengevakuasi Presiden Francois Hollande.
Dia tercatat sebagai salah satu dari puluhan ribu penonton yang menyaksikan duel Les Bleus vs Der Panzer.
"Ketika melihat Hollande dievakuasi, saya tahu bahwa ledakan itu bukanlah kembang api," tutur Zouheir.
Kendati Hollande telah dievakuasi dan kemudian menyatakan status darurat nasional, laga antara Prancis dan Jerman tetap berlangsung.
Tuan rumah kemudian memastikan kemenangan 2-0 berkat gol Olivier Giroud dan Andre Pierre Gignac.