Superball
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Joko Susilo: Motivasi Pemain Buat Kami Menang Dua Kali

Meski mendapat dua kemenangan itu, namun Joko mengaku tetap belum puas dengan performa anak asuhnya

Joko Susilo: Motivasi Pemain Buat Kami Menang Dua Kali
SURYA/SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
JAMU PBR - Joko Susilo, pelatih Arema Cronus dalam sesi uji lapangan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (15/11/2015). Arema Cronus akan menjamu Persipasi Bandung Raya (PBR) dalam lanjutan Grup A Piala Jenderal Sudirman pada 16 November 2015. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Arema, Joko Susilo mengatakan, timnya berhasil mendapatkan tiga poin di dua laga pertama babak penyisihan di Grup A, Piala Jenderal Sudirman, karena anak asuhnya berani tampil dengan penuh semangat dan motivasi.

Di laga pertama Singo Edan, julukan Arema, berhasil mengalahkan Gresik United dengan skor 4-1. Lalu Ahmad Bustomi dan kawan-kawan kembali memperoleh poin penuh dengan mengalahkan Persipasi Bandung Raya (PBR) dengan skor 4-2.

"Dua laga kami kemarin bisa diselesaikan dengan kemenangan, karena seluruh pemain punya kemauan tinggi untuk memperoleh hasil yang memuaskan," kata Joko kepada Harian Super Ball.

Ditambah dengan skill individu pemain, ujar Joko, Arema berhasil memulai turnamen dengan enam poin.

"Dukungan suporter dan sebagai tuan rumah menambah pemain bekerja keras. Hasil ini memang meringankan kerja tim untuk menyelesaikan sisa dua laga penyisihan. Tetapi saya meminta pemain jangan jumawa, karena dua laga sisa tidak akan mudah, karena kami akan menghadapi Sriwijaya FC dan Persija Jakarta yang merupakan tim-tim kuat," ujar Joko.

Meski mendapat dua kemenangan itu, namun Joko mengaku tetap belum puas dengan performa anak asuhnya.

"Dari dua laga kemarin, masih banyak hal yang harus diperbaiki, seperti kondisioning, kerjasama tim, dan komunikasi," ucap Joko.

Joko menerangkan, tiga hal itu belum sesuai yang diharapkan. Akibatnya penampilan Arema masih terlihat terburu-buru dalam memanfaatkan peluang dan seringnya kehilangan bola.

Sehingga tim lawan kerap melakukan serangan balik cepat bahkan berhasil mencetak gol, seperti berhasilnya PBR menambah gol di menit akhir lewat tendangan penalti.

"Tindangan penalti yang diperoleh PBR itu disebabkan, masih minimnya kerjasama antar lini. Seharusnya pemain tengah bisa membantu pertahanan saat dikepung lawan. Begitu juga sebaliknya, pemain tengah juga harus membantu serangan. Hal-hal ini seperti harus diperbaiki di laga berikutnya," terang Joko.

Joko menjelaskan, dirinya memang tidak bisa memaksakan timnya tampil penuh koordinasi. Pasalnya beberapa pemain baru bergabung beberapa hari jelang turnamen dimulai.

"Hermawan dan tiga pemain asing kami baru bergabung tiga hari sebelum turnamen dimulai. Ditambah dengan Esteban Viscara yang baru gabung seminggu sebelum pertandingan setelah istirahat dalam waktu lama. Ini membuat pemain memerlukan waktu untuk beradaptasi serta meningkatkan kerjasama di semua lini," jelas Joko.

Untungnya sebagian pemain Arema adalah pemain lama, sehingga Joko tidak terlalu sulit untuk menciptakan tim yang baik.

"Pemain lama memang membantu menularkan dari sisi motivasi, kekompakan, dan adaptasi. Namun untuk baru bergabung dan pemain muda, masih perlu waktu. Oleh karena itu, di sisa waktu ini, saya akan berusaha memperbaikinya, agar penampilan tim lebih baik lagi," tutur Joko.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Sigit Nugroho
Editor: Dewi Pratiwi
Sumber: Super Skor
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas