Persiba Balikpapan Tidak Ingin Remehkan PON Kaltim
Eduard Tjong menilai, Yanto Basna dan kawan-kawan akan menjadi sandungan, jika pemainnya tidak tampil dengan penuh konsentrasi
Penulis:
Sigit Nugroho
Editor:
Dewi Pratiwi
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Persiba Balikpapan tidak mau remehkan PON Kaltim di laga kedua fase grup C, Piala Gubernur Kaltim (PGK) di Stadion Persiba Balikpapan, Kamis (3/3/2016).
Pelatih Persiba Balikpapan, Eduard Tjong menilai, Yanto Basna dan kawan-kawan akan menjadi sandungan, jika pemainnya tidak tampil dengan penuh konsentrasi.
"Saya tidak mau meremehkan PON Kaltim, karena mereka sempat merepotkan Surabaya United. Meski kalah dengan skor 1-3, tetapi PON Kaltim bisa menguasai pertandingan di babak kedua. Ball position PON Kaltim lebih baik dari Surabaya United. Ini menjadi perhatian kami," kata Eduard kepada Harian Super Ball,kemarin.
Eduard berujar, dua dari gol yang didapat Surabaya United karena tendangan bebas. Itu artinya PON Kaltim memiliki taktik dan strategi yang tidak kalah, sehingga Surabaya United hanya bisa mencetak gol dari bola mati.
"Secara taktik, mereka bagus. Ditambah dengan permainan cepat dari pemain muda. Mereka juga punya motivasi untuk bisa memenangkan laga. Karena bagaimanapun mereka juga menjadi tuan rumah. Maka, mereka pasti berusaha untuk mendapatkan poin. Ini menjadi ancaman bagi kami untuk mencapai target kemenangan," ujar Eduard.
Di mata Eduard, PON Kaltim memang bukan tim unggulan, tetapi materi pemainnya tidak jauh berbeda dengan tim lain di PGK.
"PON Kaltim diisi oleh pemain-pemain kombinasi dari Persiba Balikpapan dan Mitra Kukar serta Divisi Utama. Kombinasi itu membuktikan bahwa Surabaya United tidak mudah mencetak gol. Saya perlu waspada, karena mereka pasti melakukan evaluasi agar bisa mendapatkan angka. Mereka juga pasti ingin lolos ke babak berikutnya," ucap Eduard yang akrab dipanggil Edu.
Dengan modal yang dimiliki itu, Edu menilai kekalahan dari Surabaya United menjadi dasar kuat bagi Beruang Madu, julukan Persiba Balikpapan, bisa dengan mudah mendapatkan poin penuh.
"Meski Surabaya United berhasil menang, tetapi bukan jaminan kami bisa menang dari PON Kaltim. Bisa saja mereka justru tampil lebih baik. Ini perlu menjadi perhatian dan kewaspadaan seluruh pemain. Mereka pasti berusaha melakukan perlawanan maksimal yang bisa mengejutkan. Mereka juga pasti punya ambisi untuk bisa lanjut ke fase berikutnya," tutur Edu.
Sementara itu, Edu berharap anak asuhnya bisa kembali menorehkan poin penuh setelah berhasil mengalahkan Semen Padang dengan skor 2-1.
Maka untuk bisa memenangkan laga nanti Edu akan meminta pemainnya tampil normal saja.
"Pertahanan kami harus lebih rapat agar tidak mudah dimasuki oleh PON Kaltim. Gaya permainan mereka yang menggunakan umpan jauh membuat kami perlu ekstra waspada. Karena mereka punya kecepatan. Umpan jauh itu bisa dimanfaatkan oleh mereka untuk masuk ke daerah pertahanan kami," tegas Edu.
Edu juga berpesan kepada anak asuhnya untuk tidak cepat puas dengan hasil didapat. "Saat kami unggul 2-1 dari Semen Padang, anak-anak malah mengendurkan serangan. Anak-anak merasa di atas angin. Padahal itu jangan sampai terjadi, karena kami jangan merasa aman kalau belum terdengar pluit tanda pertandingan berakhir," jelas Edu.
Edu juga menilai pemain Persiba masih belum maksimal dalam memanfaatkan peluang. Ini disebabkan merasa sudah lebih unggul dari tim lawan.
"Seharusnya anak-anak tetap menjaga irama dan kuasai permainan sampai menit terakhir. Banyak peluang yang gagal dimanfaatkan menjadi gol di menit-menit terakhir. Semestinya daya juang harus terus dijaga sampai pertandingan selesai. Saya berharap hal-hal seperti ini perlu diperhatikan oleh seluruh pemain. Jangan sampai penurunan irama permainan justru menjadi bumerang. Tim lawan bisa leluasa melakukan serangan balik," papar Edu.