Mikel Arteta Diam Seribu Bahasa
Mikel Arteta akan meninggalkan Arsenal pada musim panas ini karena kontraknya berakhir.
Penulis:
Deodatus Pradipto
Editor:
Husein Sanusi
TRIBUNNEWS.COM - Laga pamungkas Premier League 2015/16 melawan Aston Villa di Emirates Stadium, Minggu (15/5) menguras emosi Mikel Arteta. Gelandang asal Spanyol itu kehabisan kata-kata karena melakoni laga terakhirnya bersama Arsenal dan laga terakhirnya sebagai pesepakbola.
"Ini adalah hari yang tidak akan pernah saya lupakan. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang baik kepada saya dan keluarga saya selama lima tahun yang mengagumkan ini," ujar Arteta dikutip Arsenal.com.
Mikel Arteta akan meninggalkan Arsenal pada musim panas ini karena kontraknya berakhir. Pria 34 tahun itu bergabung dengan Arsenal pada 2011 dari Everton dan telah mencatatkan 150 penampilan dan mencetak 17 gol.
Sahabat Xabi Alonso itu terlihat emosional setelah pertandingan berakhir. Di tengah lapangan, Arteta menangis. Beberapa kali Arteta coba menyeka matanya, sedangkan pemain-pemain Arsenal yang lain merangkul dia.
"Saya sangat ketakutan terhadap hari ini karena 99 persen menjadi pertandingan terakhir saya sebagai seorang pesepakbola profesional. Saya bahkan tidak bisa berbicara," ungkap Arteta.
Arteta melakoni laga terakhirnya setelah menggantikan Mesut Ozil pada menit ke-88. Mantan pemain Real Sociedad itu mencetak sebuah gol pada injury time, namun gol itu diklaim sebagai gol bunuh diri Mark Bunn, penjaga gawang Aston Villa.
"Rekan-rekan setim baik sekali kepada saya pada dua hari terakhir. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pelatih dan staf karena memberikan saya kesempatan untuk mengucapkan perpisahan kepada dunia sepak bola sebagai seorang pemain," tutur Arteta yang tersanjung oleh sambutan dari pendukung Arsenal.
Bukan hanya Mikel Arteta yang menyampaikan salam perpisahan kepada Arsenal. Tomas Rosicky juga akan meninggalkan The Gunners pada musim panas mendatang. Gelandang 35 tahun itu tidak bisa bermain karena cedera, namun mendapatkan penghargaan atas pengabdiannya selama 10 tahun. Para pemain Arsenal berbaris dan bertepuk tangan saat menyambut Rosicky keluar dari lorong stadion.
"Ini hari yang sangat menyedihkan saya karena tidak bisa memasukkan dia (Tomas Rosicky) ke skuat hari ini karena sejumlah masalah. Kami kehilangan dia," kata Arsene Wenger, pelatih Arsenal.
Wenger mengakui kepergian Mikel Arteta dan Tomas Rosicky adalah kehilangan yang besar bagi The Gunners. Menurut Wenger, Arteta dan Rosicky bukan hanya pemain hebat, namun sosok pemimpin di ruang ganti.
"Di masa-masa sulit mereka memberikan pengaruh positif kepada skuat dan kami akan merindukan mereka pada musim depan. Saya ingin berterima kasih kepada mereka atas apa yang telah mereka lakukan dan mendoakan yang terbaik untuk mereka," ujar Wenger.