Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Terserang Demam Piala Eropa 2016, Muncul 'Kampung Gibol' di Bali

Pemuda pemudi Banjar Pantai Sari menggelar pawai menjelang gelaran Piala Eropa 2016. Bendera para kontestan berkibar pada Jumat (10/6/2016).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Terserang Demam Piala Eropa 2016, Muncul 'Kampung Gibol' di Bali
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Pemuda pemudi Banjar Pantai Sari menggelar pawai untuk memeriahkan Piala Eropa 2016. Bendera para kontestan tak lupa mereka kibarkan selama pawai, Jumat (10/6/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga

BALI.TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Pemuda pemudi Banjar Pantai Sari menggelar pawai menjelang gelaran Piala Eropa 2016. Bendera para kontestan berkibar pada Jumat (10/6/2016).

Banjar Pantai Sari ingin meneguhkan diri sebagai 'Kampung Gilbol' selama gelaran Piala Eropa 2016 yang kali ini berlangsung di Perancis nanti.

Mereka berkeliling kampung menaiki motor sambil meneriakkan semangat untuk tim kesayangan masing-masing. Tujuannya, masyarakat berpartisipasi dalam hiruk pikur Piala Eropa kali ini.

Bendera kontestan berukuran tiga meter semisal Perancis, Jerman, Italia, Portugal, Yunani, Belgia, dan sebagainya mereka kibarkan selama pawai.

Peserta pawai, Widiana, mengaku tertular demam Piala Eropa. Ia dan teman-temannya dari satu banjar ingin menyemarakkan kick-off Piala Eropa Stade de France, Perancis.

Laga pembuka mempertemukan Perancis melawan Rumania. Meski Perancis diunggulkan sebagai tuan rumah, Rumania diprediksi bakal melakukan perlawanan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya tidak mendukung Perancis. Saya tetap mendukung Jerman yang akan juara," kata Widiana bercerita soal tim unggulannya di Piala Eropa 2016.

Angga Suarsana, ‎pemuda banjar yang mengikuti pawai, mengaku ingin memeriahkan gelaran Piala Eropa seperti teman-temannya.

"Biar tambah semangat memeriahkan acara di sana walaupun menggelarnya pawai di Bali," ungkap dia.

Suarsana dan Widiana berharap banyak iklim sepak bola Indonesia pulih dan kompetisi reguler berjalan kembali dan dapat berlaga di kompetisi resmi FIFA.

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas