Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Superskor
LIVE ●

Vladimir Putin Nilai Kerusuhan Suporter Adalah Aib

"Perkelahian antara pendukung Rusia melawan Inggris adalah aib," ujar Putin

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Husein Sanusi
zoom-in Vladimir Putin Nilai Kerusuhan Suporter Adalah Aib
Russia Today
Vladimir Putin. 

Laporan Wartawan SuperBall.id, Murtopo 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bentrok antar suporter Rusia dan Inggris telah merusak gelaran Piala Eropa 2016, tapi dia tidak memahami bagaimana bisa 200 orang Rusia mampu mengalahkan ribuan pendukung Inggris.

Bentrok antar suprter Rusia dan Inggris terjadi di Marseille dan di dalam stadion Velodrome sebelum, saat, dan setelah laga pembukan Grup B antara Rusia melawan Inggris akhir pekan lalu.

sedikitnya 20 suporter Rusia termasuk pimpinan kelompok suporter Rusia yang pergi ke Prancis, Alexander Shprygin, dideportasi dari Prancis karena berperan dalam insiden tersebut.

Sperti dilansir Soccerway, Putin mengkritik hooligan Rusia tersebut tapi juga menyindir keterlibatan para pendukung Inggris.

"Perkelahian antara pendukung Rusia melawan Inggris adalah aib," ujar Putin saat menghadiri Forum Ekonomi Rusia yang digelar di Saint Petersburg, Jumat (17/6/2016).

Kata Putin segala macam kekerasan yang terjadi yang dilakukan pendukung tim bukanlah bentuk dukungan bagi timnya sebaliknya malah merusak tim yang mereka cintai dan juga dunia olah raga," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Putin juga meminta agar perlakuan hukum yang sama juga harus diberikan kepala pelaku pelanggaran yang sama.

Pihak kepolisian Cologne mengkonfirmasi bahwa pada Kamis lalu ada lima pendukung Rusia ditahan setelah menyerang dua turis Spanyol dan teman mereka asal Jerman.(*)

Rusia dukung UEFA Usut Tuntas Tragedi Kerusuhan 

Pemerintah Rusia mendukung langkah UEFA untuk mengusut tuntas tragedi kerusuhan yang melibatkan fans Inggris dan fans Rusia saat Inggris berhadapan dengan Rusia pada Sabtu (11/06/2016).

Dilansir dari Marca, pemerintah Rusia melalui menteri olahraganya Vitaly Mutko setuju dengan langkah UEFA karena ada beberapa suporter yang datang bukan untuk menyaksikan sepak bola melainkan melakukan aksi huru-hara.

"Keputusan benar bila ada sangsi, karena adanya ledakan dari pistol flare dan banyaknya perkelahian. Investigasi ini sangat penting untuk semuanya," kata Mutko.

"Kami akan mempersiapkan dengan baik. Para penggemar sepak bola disini luar biasa namun ada sebagian orang yang datang bukan untuk sepak bola," lanjut Mutko.

Sebelumnya, suporter Rusia dan Inggris terlibat aksi anarkis saat pertandingan Rusia kontra Inggris pada (11/06/2016).

UEFA mengutuk kejadian tersebut namun tidak dapat mengambil langkah apapun.

"UEFA hanya bisa mengambil tindakan disiplin pada insiden tersebut," kata pihak UEFA.

"UEFA mengecam keras kejadian di Marseille," lanjut UEFA.

Menurut UEFA, Orang-orang yang terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut tidak memiliki tempat dalam sepak bola.

Tempat yang menjadi area kerusuhan sangat menyerupai seperti zona perang akibat bentrokan tersebut.

Kerusuhan tersebut terus berlanjut hingga Sabtu sore menjelang pertandingan Inggris kontra Rusia Sabtu malam.

Botol dan kursi dilempar oleh kedua belah pihak sehingga interversi harus dilakukan oleh pihak pengamanan.

Pihak pengaman langsung menembakkan gas air mata untuk membubarkan masa.

Dalam kerusuhan ini banyak yang terluka dan satu pendukung dibawa kerumah sakit akibat kejadian ini.(*)

Sumber: SuperBall.id
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas