Bournemouth vs Arsenal : Jurus Kalajengking
Namun, para penggawa Arsenal sudah harus melupakan euforia kemenangan, dan kembali fokus menghadapi tantangan Bournemouth pada pekan ke-20
Penulis:
Deny Budiman
Editor:
Husein Sanusi
TRIBUNNEWS.COM - Liga Primer Inggris (EPL) masih heboh dengan jurus tendangan kalajengking (scorpion kick) Oliver Giroud ke gawang Crystal Palace saat Arsenal menang 2-0, Minggu (1/1).
Namun, para penggawa Arsenal sudah harus melupakan euforia kemenangan, dan kembali fokus menghadapi tantangan Bournemouth pada pekan ke-20 EPL di Stadion Vitality, Rabu (4/1) dini hari.
Pekan lalu, gelandang Manchester United, Henrikh Mkitaryan diklaim telah mencetak gol terbaik tahun 2016 dengan tendangan jurus kalajengking saat MU mengalahkan Sunderland dalam Boxing Day. Disebut sebagai gol kalajengking karena seolah-olah kakinya membentuk ekor dari binatang berbisa tersebut saat mencetak gol.
Giroud kemudian mewarnai tahun baru dengan tendangan kalajengking yang tak kalah menawannya. Gol itu berawal dari serangan yang sangat apik.
Bermula dari sayap kiri, Alexis Sanchez melepaskan umpan silang ke area kotak penalti. Giroud sudah terlanjur maju hingga bola berada di belakangnya. Dalam posisi sulit, ia mengangkat kaki kirinya untuk menendang bola menggunakan tumit. Bola melambung tanpa bisa dihalau kiper Wayne Hennessey, dan membentur mistar gawang untuk kemudian mengoyak jala Palace.
Sebuah gol istimewa. "Itu hanya keberuntungan. Saya tak dalam keseimbangan bagus saat itu. Tapi saya sangat ingin mencetak gol, dan berupaya dengan segala cara untuk bisa mewujudkannya," ujar striker asal Prancis ini merendah.
Gol Alex Iwobi di menit ke-56 memantapkan kemenangan The Gunners, dan mendorong mereka ke peringkat tiga klasemen sementara, sembilan poin terpaut dari Chelsea di puncak, dan tiga poin berselisih dari Liverpool di peringkat dua.
Sebelumnya, adalah Giroud pula yang menjadi pahlawan Arsenal lewat gol semata-wayang untuk mengalahkan West Bromwich Albion 1-0 di Boxing Day (26/12) lalu. Gol Giroud itu menghentikan dua kekalahan beruntun The Gunners dari Everton, dan Manchester City masing-masing dengan skor 1-2.
Dengan koleksi lima gol dari 12 laga, dimana tiga gol di antaranya adalah gol kemenangan, Giroud akan kembali jadi andalan The Gunners saat menyambangi Bournemouth.
Wenger kemungkinan tak akan melakukan rotasi besar dari formasi terakhir melawan Palace untuk laga dini hari nanti. Dikutip dari The Guardian, ia diperkirakan hanya akan mengganti Lukas Perez dengan Oxlade Chamberlain di posisi sayap kanan, dan Mohammed Elneny dengan Francis Coquelin di posisi gelandang sentral.
Bournemouth (7-3-9) menutup tahun 2016 dengan kemenangan 3-0 atas Swansea. Raihan tiga poin itu menghentikan dua kekalahan beruntun dengan skor identik 1-3, dan 0-3 masing-masing dari Southampton, dan Chelsea. Itu juga menjadi kemenangan kedua mereka dari sepuluh laga tandang terakhir.
Langkah The Cherries, julukan Bournemouth yang saat ini nongkrong di posisi sepuluh klasemen dengan 24 poin, memang masih inkonsisten. Kelemahan mendasar dari tim yang promosi ke Liga Primer musim lalu ini adalah seperti kurang percaya diri saat menghadapi tim-tim papan atas. Ini terbukti dari rekor mereka musim lalu dengan catatan 2-2-8 menghadapi enam tim papan atas. Sedang musim ini, sejauh ini rekor mereka kontra tim elite adalah 1-1-4.
Karenanya laga melawan Arsenal juga diperkirakan bakal berlangsung sulit. Rekor pertemuan kedua klub juga terbilang timpang. Mereka baru tiga kali bertemu di Liga Primer, dan Arsenal menyapu bersih kemenangan dengan total selisih gol 7-1.
Terakhir mereka bertemu di Stadion Emirates pada 27 November lalu. Saat itu tim "Meriam London" menang 3-1 lewat gol pembuka Theo Walcott, dan dua gol Alexis Sanchez.