Superskor

Liga Champions

Benfica vs Borussia Dortmund: Ultimatum Marco Reus

Reus mengatakan hal tersebut setelah pertandingan Bundesliga melawan Darmstadt 98, Sabtu (11/2) lalu. Borussia Dortmund menelan kekalahan 2-1

Penulis: Deodatus Pradipto
Editor: Husein Sanusi
Benfica vs Borussia Dortmund: Ultimatum Marco Reus
superball.id
Marco Reus 

TRIBUNNEWS.COM - Marco Reus, penyerang Borussia Dortmund, mengultimatum timnya jelang pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2016/17 di Da Luz, Kamis (15/2). Reus menilai lini pertahanan timnya ibarat malapetaka.

Reus mengatakan hal tersebut setelah pertandingan Bundesliga melawan Darmstadt 98, Sabtu (11/2) lalu. Borussia Dortmund menelan kekalahan 2-1 pada laga itu.

"Kinerja pertahanan kami sungguh malapetaka. Kami tidak pernah menang atas lawan yang sebelumnya kami kira akan kami kalahkan," ujar Reus di Bvb.de.

Pertahanan Borussia Dortmund belakangan ini memang mengkhawatirkan. Die Borussen hanya sekali mencatatkan clean sheet dari enam pertandingan terakhir. Dalam periode itu Dortmund enam gol. Saat melawan Darmstadt, gawang Borussia Dortmund menerima 15 tendangan tepat sasaran.

"Sulit dijelaskan dalam kata-kata. Sangat tidak biasa saya menghadapi banyak bola di depan gawang," kata Roman Burki, penjaga gawang Borussia Dortmund.

Thomas Tuchel, pelatih Borussia Dortmund, mengkritik penampilan anak asuhannya saat menghadapi Darmstadt. Selain pertahanannya yang rapuh, kemampuan memanfaatkan peluang yang buruk terlihat saat laga itu. Sebagai contoh, Pierre-Emerick Aubameyang, pencetak gol terbanyak di Bundesliga musim ini, hanya melepaskan dua tendangan tepat sasaran selama 90 menit pertandingan.

"Ini adalah penegasan pada apa yang sejauh ini kami tunjukkan. Kami berada di bawah potensi kami," ujar Tuchel seperti dikutip oleh AFP.

Ini bukan modal bagus bagi Borussia Dortmund untuk menghadapi Benfica. Roman Burki mengingatkan timnya mereka akan menghadapi pertandingan yang berbeda. "Selasa nanti kami akan bermain menghadapi sebuah lawan yang berbeda dengan gaya bermain yang berbeda," kata Burki.

Situasi Benfica berbanding terbalik dengan Borussia Dortmund. Aguias, julukan Benfica, menjamu Dortmund dengan modal kemenangan 3-0 atas Nacional Fuchal, Sabtu (11/2) lalu. Kostas Mitroglou, penyerang asal Yunani, mencetak dua gol pada laga itu.

"Setelah kemenangan ini kami akan mulai mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya melawan Borussia. Pertandingan ini bakal sangat sulit, namun dengan dukungan semua pendukung kami, segalanya akan baik-baik saja," ujar Andre Carillo, penyerang Benfica, kepada Benfica TV.

Duel antara Benfica dan Borussia Dortmund bakal jadi pertemuan pertama mereka sejak babak pertama Piala Champions 1963/64. Ketika itu Dortmund keluar sebagai pemenang dengan agregat 6-2.

Benfica melangkah ke babak 16 besar sebagai kolektor angka paling sedikit di fase grup Liga Champions musim ini. Aguias hanya mengoleksi delapan angka. Juara Piala Champions 1961 dan 1962 itu mengincar kelolosan ke babak perempat final Liga Champions untuk kali ketiga dalam enam tahun.

Benfica punya amunisi bagus untuk mengalahkan Borussia Dortmund di Da Luz. Pelatih Rui Vitoria bisa memainkan Jonas, penyerang veteran asal Brasil. Jonas bakal mencatatkan penampilan pertamanya di kompetisi Eropa musim ini. Sepanjang fase grup Jonas absen karena mengalami cedera pergelangan kaki.

Pria 32 tahun itu menunjukkan performa impresif sejak kembali ke lapangan hijau. Jonas telah mencetak delapan gol di semua kompetisi dari 12 penampilan sejak 17 Desember 2016.

"Pertandingan ini bakal sulit, seperti pertandingan Liga Champions lainnya. Kami harus berada dalam performa terbaik," kara Raul Jimenez, penyerang Benfica, dikutip AFP.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas