Superskor

Satgas Antimafia Bola

Pelapor Diam, Bagaimana Kelanjutan Kasus Iwan Budianto?

Mantan Manajer Tim Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fattah, pelapor kasus Iwan Budianto bersikap diam saat ini.

Editor: Bolasport.com
Pelapor Diam, Bagaimana Kelanjutan Kasus Iwan Budianto?
Tribunnews/Abdul Majid
Plt Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto (kiri) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria (kanan) ditemui awak media usai menghadiri acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia Baru (LIB) di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Manajer Tim Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fattah, pelapor kasus Iwan Budianto bersikap diam saat ini.

Imron Abdul Fattah adalah pelapor kasus match-fixing yang diduga melibatkan Iwan Budianto, kini Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Imron tak mau merespons saat dihubungi berkali-kali untuk menanyakan perkembangan kasus yang dilaporkannya ke Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri, Kamis (4/4/2019).

Kondisi ini kontras dengan saat Imron terlihat menggebu-gebu, terlebih saat melapor ke Satgas Antimafia Bola di Jakarta, Selasa (9/1/2019).

Ada dua pertanyaan yang diajukan wartawan secara tertulis kepada Imron. Pertama, sejauh mana laporannya soal Iwan Budianto (IB) sudah ditindaknajuti Satgas Antimafia Bola.

(Baca Juga : Satgas Antimafia Bola Periksa 3 Mantan Petinggi PT LIB soal Dugaan Pengaturan Skor)

Kedua, apakah dirinya dalam waktu dekat berencana mendatangi Satgas Antimafia Bola Polri untuk menanyakan perkembangan kasus yang dilaporkannya tersebut.

IB diduga terlibat kasus match-fixing (pengaturan skor pertandingan) ketika menjabat sebagai Ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) tahun 2009. Satgas Antimafia Bola menemukan adanya aliran dana kepada IB dan jajarannya.

Kasus ini bermula dari laporan mantan Manajer Tim Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fattah, soal babak delapan besar Piala Soeratin 2009.

Saat itu Imron mengaku mengucurkan dana sebesar Rp140 juta sebagai setoran untuk menjadi tuan rumah fase delapan besar pada November 2009. Imron pun merasa dibohongi.

BACA SELENGKAPNYA

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas