Superball
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Liga Italia

Alasan Matthijs de Ligt Jadi Kambing Hitam Atas Rekor Buruk Juventus di Tur Pramusim

Juventus tampil kurang memuaskan dengan rasio kebobolan buruk dalam tur pramusimnya. Bek baru mereka, Matthijs de Ligt, pun menjadi sorotan.

Alasan Matthijs de Ligt Jadi Kambing Hitam Atas Rekor Buruk Juventus di Tur Pramusim
zimbio.com
Matthijs De Ligt 

TRIBUNNEWS.COM - Juventus tampil kurang memuaskan dengan rasio kebobolan buruk dalam tur pramusimnya. Bek baru mereka, Matthijs de Ligt, pun menjadi sorotan.

Di tangan pelatih baru, Maurizio Sarri, Juventus tampil kurang memuaskan pada laga-laga pramusim 2019-2020.

Si Nyonya Tua seperti tidak memiliki pertahanan yang cukup bagus. Sebab, selama pramusim 2019-2020, gawang Juventus sudah kebobolan 9 gol dalam 5 pertandingan.

Dengan catatan kebobolan 9 gol dalam 5 partai, itu artinya Juventus memiliki rasio kebobolan 1,8 gol per pertandingan di pramusim 2019-2020.

Baca Juga: Pelatih Juventus Akui Harus Buang 6 Pemain, Paulo Dybala Masih Bisa Dijual

Ini adalah rasio kebobolan terburuk yang dialami Juventus dalam pramusim sejak 2011-2012. Pantas dicatat, sejak 2011-2012, Juventus selalu menjadi juara Liga Italia.

Sebelum musim ini, rasio kebobolan terburuk Juventus selama pramusim terjadi pada kompetisi 2017-2018 (1,75 gol per partai).

Sorotan dengan mudah akan tertuju pada Matthijs De Ligt sebagai perekrutan termahal, yang nilainya sampai 75 juta euro.

Apalagi, ada tendensi di mana pertahanan Juventus tampak lemah selama pramusim, di situlah De Ligt berada di atas lapangan.

>>>HALAMAN BERIKUTNYA DI SINI<<<

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Bolasport.com
Sumber: BolaSport.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Liga Italia

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas