Superball
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Liga 1

Kericuhan Antarsuporter Kembali Terjadi: Sanksi Pengurangan Poin Dinilai Belum Tepat

Kericuhan antarsuporter kembali terjadi saat Persib Bandung berlaga kontra Tira Persikabo di Stadion Pakansari, Bogor,

Kericuhan Antarsuporter Kembali Terjadi: Sanksi Pengurangan Poin Dinilai Belum Tepat
Kolase Tribun Jabar (Instagram/persib_official)
Bus Persib Bandung dilempar batu besar yang bikin Omid Nazari dan Febri Haryadi berdarah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kericuhan antarsuporter kembali terjadi saat Persib Bandung berlaga kontra PS Tira Persikabo di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (14/9/2019) malam.

Dari video singkat yang beredar terlihat kedua suporter saling serang, bahkan kursi di dalam Stadion sempat dicopot dan dilempari.

Rentetan kericuhan itu pun memakan korban. Dua pemain Persib Omid Nazari dan Febri Hariyadi mengalami luka dibagian kepala akibat lemparan batu ke arah bus Persib.

Wacana pengurangan poin untuk tim yang suporternya melakukan kericuhan pun sempat menguak. 

Bahkan, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) juga sudah mengajukan hukumam tersebut setelah evaluasi Liga 1 musim pertama bersama dengan PT Liga Indonesia Baru.

Namun, Executive Comitte (Exco) PSSI 2016-2020, Refrizal menjelaskan hukumam tersebut masih belum tepat jika diterapkan.

“Belum bisa itu (sanksi pengurangan poin) nanti malah jadi timbul masalah baru lagi. Sekarang kita kan harus patuh sama komisi disiplin saja, nah komdis lah yang bisa menilai sejauh mana pelanggaran-pelanggarannya,” kata Refrizal saat dihubungi wartawan, Senin (16/9/2019).

Refrizal justru mengatakan, saat ini PSSI coba memberikan edukasi kepada klub-klub dan nantinya akan diteruskan kepada   Suporter masing-masing.

Menurut Refrizal, suporter adalah aset dari klub-klub yang memang harus mendapaatkan perhatian.

“Ya memang kita perlu ada edukasi antarsuporter. Secara berjenjang. Edukasi-edukasi itu yang harus kita lakukan kepada para klub-klub dan suporter,”

“PSSI kan selalu menyampaikan, bola itu untuk menyatukan bangsa kita bukan untuk memecah belah bangsa kita dengan membuat kerusuhan-kerusuhan,” 

“Suporter itu kan aset buat klub-klub, nah sekarang gimana caranya klub merawat asetnya tersebut. Itu kan kepentingan klub yang nantinya akan jadi kepentingan nasional,” paparnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...

Berita Terkait :#Liga 1

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas